KREASI Tanggamus menggelar Kampanye Transisi PAUD ke SD/MI yang Menyenangkan Tahap II pada 15 Juli 2026. Kegiatan ini secara khusus melibatkan 25 orang tua murid kelas 1 sebagai bagian dari upaya membangun proses transisi yang positif dan ramah bagi anak saat memasuki jenjang pendidikan dasar.
Kegiatan tersebut menempatkan orang tua sebagai aktor penting dalam mendukung kesiapan belajar anak. Melalui kampanye ini, Program KREASI mendorong terciptanya keselarasan antara pola pengasuhan di rumah dan proses pembelajaran di sekolah agar anak dapat melalui masa transisi dari PAUD ke SD/MI dengan nyaman, aman, dan menyenangkan.
Kampanye tahap kedua ini berfokus pada penguatan peran orang tua dalam pengasuhan (parenting) dan peningkatan partisipasi keluarga dalam mendukung pendidikan anak. Untuk menggali masukan secara langsung dari para orang tua, kegiatan dilengkapi dengan sesi Focus Group Discussion (FGD).
Melalui diskusi tersebut, para peserta diajak menyampaikan aspirasi, pengalaman, serta harapan mereka terkait layanan pendidikan anak usia dini yang ideal. Berbagai pandangan yang muncul menjadi masukan penting untuk memahami kebutuhan anak dari perspektif keluarga sekaligus memperkuat kolaborasi antara orang tua dan sekolah.
Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Masyarakat Dinas Pendidikan Kabupaten Tanggamus, Afifah Asna Dewi, menjelaskan bahwa terdapat tiga aspek penting yang perlu diperkuat untuk membangun ekosistem pendidikan anak usia dini yang berkualitas di Kabupaten Tanggamus.
Pertama, peningkatan kualitas pembelajaran yang menyenangkan dan sesuai dengan tahap perkembangan anak. Kedua, penguatan peran orang tua dalam pengasuhan dan keterlibatan aktif dalam pendidikan anak. Ketiga, penguatan kolaborasi lintas sektor melalui kerja sama dengan Pokja Bunda PAUD, PKK, serta berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) guna mendukung pengembangan kebijakan dan program yang berpihak pada kebutuhan anak.
“Kolaborasi lintas sektor sangat penting untuk memetakan kebutuhan, menyusun program dukungan, dan menghasilkan rekomendasi kebijakan yang berdampak nyata bagi peningkatan layanan pendidikan anak usia dini,” jelasnya.
Direktur Program KREASI LP Ma’arif PBNU, Suardi, turut mengapresiasi pelaksanaan kampanye tersebut. Menurutnya, pelibatan orang tua secara langsung dalam proses diskusi menjadi langkah penting untuk memastikan berbagai program dan kebijakan pendidikan lebih responsif terhadap kebutuhan anak dan keluarga.
“Mendengarkan aspirasi orang tua secara langsung membantu kita memahami kebutuhan anak secara lebih menyeluruh. Kami berharap Program KREASI dapat terus memperkuat kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan pemerintah daerah sehingga anak-anak dapat menjalani masa transisi belajar dengan penuh kegembiraan dan dukungan yang memadai,” ujarnya. Melalui kegiatan ini, Program KREASI Tanggamus berharap semakin banyak orang tua yang menyadari pentingnya peran mereka dalam mendampingi proses belajar anak. Dengan sinergi yang kuat antara keluarga, sekolah, dan pemerintah daerah, diharapkan setiap anak dapat memulai perjalanan pendidikan dasarnya dengan pengalaman belajar yang positif, menyenangkan, dan mendukung perkembangan mereka secara optimal.
_____
KREASI (Kolaborasi untuk Edukasi Anak Indonesia) adalah program peningkatan kualitas pendidikan dengan memperkuat literasi, numerasi, dan pendidikan karakter. KREASI di Tanggamus dikelola Save the Children dan diimplementasi LP Maarif NU, dengan pendanaan Global Partnership for Education (GPE) serta dukungan Pemerintah Kabupaten Tanggamus dan Mitra Pendidikan Indonesia yang dipimpin Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan Kementerian Agama (Kemenag).
Penulis: Dony Eri Pratama | Editor: Andika Ramadhan | Foto: Dony Eri Pratama/KREASI/LP Maarif NU/Save the Children