KREASI Nias Utara melaksanakan rangkaian kegiatan penguatan kapasitas bagi 68 penggerak pendidikan yang terdiri dari Fasilitator Daerah Pengembangan Profesional Guru (Teacher Professional Development/TPD), Pengembangan Profesional Kepala Sekolah (Principal Professional Development/PPD), serta Fasilitator Daerah Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN). Kegiatan yang berlangsung sepanjang Juni 2026 di Lotu, Nias Utara ini menjadi tahap awal dalam memperkuat kapasitas para penggerak pendidikan sebelum proses pengimbasan dan pendampingan dilakukan di tingkat sekolah.
Memasuki tahun kedua pelaksanaan Program KREASI, penguatan kapasitas para penggerak pendidikan menjadi bagian penting dalam memastikan implementasi program berjalan secara berkelanjutan. Pada tahap ini, KREASI Nias Utara mempersiapkan Fasilitator Daerah, kepala sekolah, dan pemangku kepentingan terkait agar memiliki pemahaman, keterampilan, dan strategi pendampingan yang selaras sebelum diterapkan bersama guru dan warga sekolah.
Setelah tahapan penguatan kapasitas ini, para Fasilitator Daerah akan berperan dalam mendukung proses pengimbasan kepada guru di tingkat sekolah melalui kegiatan pelatihan, pendampingan, serta penguatan praktik pembelajaran sesuai dengan kebutuhan dan konteks satuan pendidikan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Pelatihan Fasilitator Daerah (Modul 1) Literasi yang dilaksanakan pada 2–6 Juni 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 20 peserta yang ditugaskan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Nias Utara sebagai perwakilan dari 36 sekolah dampingan Program KREASI Nias Utara.
Para peserta mendapatkan pelatihan dari dua Pelatih Utama Daerah yang sebelumnya telah mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas bagi Pelatih Utama Daerah dalam implementasi Modul Literasi melalui skema TPD.
Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya mempersiapkan Fasilitator Daerah agar mampu mendukung peningkatan kualitas pembelajaran literasi di sekolah. Melalui kegiatan ini, peserta diperkuat dalam pemahaman materi, keterampilan fasilitasi, strategi pendampingan, serta kemampuan melakukan refleksi dan penyesuaian pendekatan berdasarkan kebutuhan di lapangan.
Dengan penguatan kapasitas tersebut, Fasilitator Daerah diharapkan mampu menjadi penggerak dalam mendukung guru menerapkan praktik pembelajaran literasi yang lebih efektif dan berpusat pada peserta didik ketika proses pengimbasan di tingkat sekolah berlangsung.
Selanjutnya, KREASI Nias Utara melaksanakan Pelatihan Kepala Sekolah (Modul 1) Literasi, bagi 36 kepala sekolah dampingan pada 9–12 Juni 2026 di Lotu, Kabupaten Nias Utara. Kegiatan ini difasilitasi oleh empat Fasilitator Daerah yang dibagi menjadi dua kelompok pelatihan untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih efektif.
Melalui pelatihan ini, kepala sekolah diperkuat sebagai pemimpin pembelajaran yang memiliki peran strategis dalam menciptakan satuan pendidikan yang berkualitas, aman, dan inklusif. Pelatihan ini mendukung kepala sekolah dalam mengembangkan kepemimpinan pembelajaran, tata kelola sekolah yang efektif, serta membangun budaya sekolah yang positif melalui penguatan karakter, kolaborasi, refleksi, dan pengembangan profesional berkelanjutan.
Selain aspek kepemimpinan sekolah, pelatihan ini juga mengintegrasikan prinsip Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI), pendidikan karakter, disiplin positif, serta perlindungan anak. Penguatan ini diharapkan dapat membantu kepala sekolah menciptakan lingkungan belajar yang menghargai keberagaman, mencegah diskriminasi, dan mendukung perkembangan peserta didik secara optimal.
Sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman, KREASI Nias Utara juga melaksanakan Pelatihan Fasilitator Daerah Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) yang diikuti oleh 12 peserta dari unsur dinas, pemangku kepentingan pendidikan, dan lembaga mitra. Kegiatan ini didampingi oleh Pelatih Utama yang sebelumnya telah mendapatkan pelatihan peningkatan kapasitas terkait implementasi BSAN.
Pelatihan Fasilitator Daerah BSAN bertujuan memperkuat kapasitas fasilitator di tingkat daerah dalam mendukung implementasi budaya sekolah aman melalui peningkatan pemahaman, keterampilan fasilitasi, pendampingan, serta mekanisme pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan pendidikan.
Melalui kegiatan ini, peserta mendapatkan penguatan terkait perlindungan anak, Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan (PPKSP), keterampilan fasilitasi, pendampingan, serta strategi penguatan sistem perlindungan anak di sekolah. Para Fasilitator Daerah diharapkan mampu mendukung sekolah dalam memperkuat peran Tim Perlindungan Anak Sekolah (TPAS), melakukan pendampingan, serta mendorong terciptanya budaya sekolah yang aman, nyaman, inklusif, dan ramah anak.
Rangkaian kegiatan selama Juni 2026 menjadi fondasi awal dalam membangun ekosistem pendidikan yang lebih kuat di Kabupaten Nias Utara. Melalui penguatan kapasitas Fasilitator Daerah, kepala sekolah, dan pemangku kepentingan pendidikan, KREASI tidak hanya mendukung peningkatan kompetensi individu, tetapi juga memperkuat sistem pendukung agar perubahan dapat diterapkan secara berkelanjutan di tingkat sekolah.
Melalui kolaborasi bersama pemerintah daerah, sekolah, dan berbagai pemangku kepentingan pendidikan, KREASI Nias Utara terus berkomitmen mendukung peningkatan kualitas pembelajaran melalui penguatan literasi, numerasi, pendidikan karakter, serta terciptanya lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan nyaman bagi seluruh peserta didik.
_____
KREASI (Kolaborasi untuk Edukasi Anak Indonesia) adalah program peningkatan kualitas pendidikan dengan memperkuat literasi, numerasi, dan pendidikan karakter. KREASI di Nias Utara dikelola Save the Children dan diimplementasi oleh Article 33 Indonesia, dengan pendanaan Global Partnership for Education (GPE) serta dukungan Pemerintah Kabupaten Nias Utara dan Mitra Pendidikan Indonesia yang dipimpin Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan Kementerian Agama (Kemenag).
Penulis: Calvin Telaumbanua | Editor: Andika Ramadhan | Foto: Calvin Telaumbanua/KREASI/Article 33 Indonesia/Save the Children