Skip to content Skip to footer

Gelar Pelatihan di 4 Kecamatan, KREASI Tanggamus Latih Guru Kelas Awal

KREASI Tanggamus menggelar pelatihan peningkatan kapasitas bagi 90 guru kelas awal pada 23-26 Juni 2026. Kegiatan tersebut diperuntukkan bagi guru kelas 1, 2, dan 3 dari 30 sekolah.

Pelaksanaan pelatihan ini digelar di empat titik lokasi kecamatan, yaitu Kecamatan Pugung, Bulok, Wonosobo, dan Semaka. Untuk mengisi materi di setiap lokasi tersebut, sebanyak 20 Fasilitator Daerah (Fasda) yang telah dilatih oleh KREASI juga dibagi ke dalam empat tim tugas. Pelatihan kali ini berfokus pada bedah Modul 1 Literasi Program KREASI guna menguatkan kemampuan guru dalam menerapkan pembelajaran yang berpihak pada murid. Selain literasi dasar, guru juga dibekali pemahaman mengenai pengelolaan kelas, disiplin positif, pengintegrasian pendidikan bagi semua kalangan, hingga isu perubahan iklim.

TPD Officer KREASI Tanggamus, Ari Prayoga, menyatakan bimbingan teknis ini menitikberatkan pada aspek praktis. Hal itu bertujuan agar para peserta dapat langsung menerapkan metode baru tersebut di ruang kelas sekolah masing-masing.

“Pelatihan selama empat hari ini kami rancang agar tidak sekadar menjadi pemaparan teori. Kami menekankan pada aspek praktis melalui sesi simulasi dan refleksi mendalam, sehingga guru yang hadir benar-benar terbiasa dengan metode baru ini,” ujarnya.

Ia menyampaikan bahwa targetnya jelas, sepulang dari sini, setiap guru memiliki Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang konkret dan siap diimplementasikan demi melonjakkan kemampuan literasi dasar siswa di Tanggamus.

Sementara itu, Direktur KREASI LP Ma’arif PBNU, Suardi, menyampaikan pentingnya kerja bersama seluruh pihak demi membangun lingkungan pendidikan dasar yang ramah anak serta tanggap terhadap perkembangan zaman.

“Melalui gerakan KREASI, LP Ma’arif PBNU berjanji sepenuhnya untuk menghadirkan perubahan besar pada pendidikan yang tepat guna dan merata bagi semua anak di tingkat dasar,” ungkapnya.

Menurutnya dalam pelatihan itu tidak hanya bicara tentang kemampuan membaca dan menulis, tetapi bagaimana menciptakan lingkungan belajar yang ramah anak, menghargai perbedaan lewat cara mengajar yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa, serta mengenalkan masalah-masalah dunia seperti perubahan iklim sejak dini.

“Kerja sama kuat bersama Pemerintah Kabupaten Tanggamus dan para pendukung adalah kunci utama keberlanjutan kegiatan ini,” katanya.

Sebagai hasil akhir dari pelatihan ini, para peserta diwajibkan menyusun dokumen RTL sebagai panduan kerja di sekolah masing-masing. Langkah nyata ini diharapkan mampu menjamin keberlanjutan program demi membawa perubahan positif yang langsung dirasakan oleh para murid di ruang kelas.

_____
KREASI (Kolaborasi untuk Edukasi Anak Indonesia) adalah program peningkatan kualitas pendidikan dengan memperkuat literasi, numerasi, dan pendidikan karakter. KREASI di Tanggamus dikelola Save the Children dan diimplementasi LP Maarif NU, dengan pendanaan Global Partnership for Education (GPE) serta dukungan Pemerintah Kabupaten Tanggamus dan Mitra Pendidikan Indonesia yang dipimpin Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan Kementerian Agama (Kemenag).

Foto: KREASI/LP Maarif NU/Save the Children