KREASI Tanggamus yang dilaksanakan LP Ma’arif NU mengadakan Lokakarya Pemetaan Ekosistem Pendidikan pada 21-22 Mei 2026. Lokakarya ini diikuti secara intensif oleh 25 peserta yang merupakan perwakilan dari berbagai pemangku kepentingan kunci di Kabupaten Tanggamus, mulai dari unsur Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, Bapperida, Dinas Perlindungan Anak, hingga organisasi masyarakat sipil lokal.
Perwakilan Direktur Program KREASI LP Ma’arif NU, Saiful A’la, dalam sambutannya memaparkan empat tujuan utama yang ingin dicapai melalui pelaksanaan lokakarya ini.
“Pertama adalah penyelarasan pemahaman untuk menyamakan persepsi antara tim pelaksana dan pemangku kepentingan daerah mengenai konsep Ekosistem Pendidikan yang mendukung literasi, numerasi, dan inklusi,” ujarnya.
Kemudian Kedua, pemetaan kondisi ideal dan aktual guna mengidentifikasi kesenjangan antara kondisi ekosistem pendidikan saat ini dengan kondisi ideal yang diharapkan di Kabupaten Tanggamus.
“Ketiga adalah penentuan arah advokasi untuk merumuskan prioritas dan arah kebijakan advokasi lokal yang akan dijalankan selama program tahun kedua. Terakhir, kami ingin membangun sinergi kolaborasi demi memperkuat komitmen dan peran aktif dari setiap pemangku kepentingan dalam ekosistem ini,” paparnya.
Advocay Coordinator KREASI Save the Children, Rikson Simanjuntak, menekankan pentingnya ketepatan dalam menentukan arah ekosistem pendidikan. Menurutnya keberhasilan program ini sangat bergantung pada keterlibatan yang kuat dan menyeluruh dari semua lini.
“Kita perlu melakukan penentuan arah yang jelas terkait ekosistem pendidikan di Tanggamus. Pendekatan yang diambil harus bersifat holistik dan tidak boleh terfragmentasi,” tuturnya.
Ia mengatakan keterlibatan atau engagement yang aktif dari seluruh aktor yang hadir hari ini menjadi kunci untuk menjawab tantangan dan menyelaraskan tujuan bersama.
Kegiatan lokakarya ini dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Penelitian, Pengembangan, dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Bapperida Kabupaten Tanggamus, David Erwin Gunawan, yang hadir mewakili Kepala Bapperida Tanggamus.
Dalam arahan sekaligus sambutan pembukaannya, David Erwin Gunawan memberikan apresiasi terhadap inisiatif Program KREASI dan menyatakan komitmen pemerintah daerah terhadap pembangunan mutu pendidikan.
“Untuk membangun dunia pendidikan yang maju dan berkualitas di Kabupaten Tanggamus, tidak bisa dilakukan secara parsial atau sendiri-sendiri. Kehadiran ekosistem pendidikan yang terintegrasi sangatlah mutlak,” katanya.
Pemerintah daerah menyambut baik lokakarya ini karena penyelarasan konsep dan pemetaan aktor seperti inilah yang dibutuhkan agar advokasi kebijakan ke depan tepat sasaran dan berdampak panjang.
Melalui lokakarya ini diharapkan dapat menghasilkan dokumen pemetaan aktor yang solid serta merumuskan rekomendasi strategis demi keberlanjutan peningkatan mutu pendidikan anak di Kabupaten Tanggamus.
_____
KREASI (Kolaborasi untuk Edukasi Anak Indonesia) adalah program peningkatan kualitas pendidikan dengan memperkuat literasi, numerasi, dan pendidikan karakter. KREASI di Tanggamus dikelola Save the Children dan diimplementasi LP Maarif NU, dengan pendanaan Global Partnership for Education (GPE) serta dukungan Pemerintah Kabupaten Tanggamus dan Mitra Pendidikan Indonesia yang dipimpin Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan Kementerian Agama (Kemenag).
Penulis: Dony Eri Pratama | Editor: Andika Ramadhan | Foto: Dony Eri Pratama/KREASI/LP Maarif NU/Save the Children