Skip to content Skip to footer

Melihat Dampak KREASI, Kemenag-Save the Children-WVI Kunjungi Halmahera Utara

Perwakilan Co-Chair Mitra Pendidikan Indonesia (MPI) dari Kementerian Agama (Kemenag) yakni Kasubdit KSKK Madrasah, Ditjen Pendidikan Islam, Abdul Basit; dan Director of External Relations Program KREASI Save the Children, Imelda Usnadibrata, melakukan kunjungan ke Madrasah Ibtidaiyah Negeri 4 Halmahera Utara (Halut) yang menjadi dampingan Program KREASI di Tobelo, pada Jumat, 19 Juni 2026.

Kunjungan rombongan dari Jakarta ini sebagai rangkaian monitoring dan evaluasi Program KREASI yang telah berjalan sejak 2025, sekaligus melihat perkembangan dan penguatan implementasi program di tahun ini. KREASI Halut yang diimplementasikan Wahana Visi Indonesia (WVI) melakukan pendampingan di 12 dari total 23 Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Halut. Sebanyak 5 MI pada tahun pertama, dan 7 MI untuk tahun kedua Program KREASI.

Dalam agenda ini, berbagai praktik baik dalam peningkatan literasi, numerasi, serta pembelajaran aktif di madrasah dampingan KREASI menunjukkan hasil yang positif. Kesempatan ini sekaligus membuka peluang perluasan program ke madrasah lainnya.

Abdul Basit bersama rombongan melakukan dialog langsung dengan puluhan guru dan sejumlah kepala madrasah yang hadir. Mereka menyampaikan berbagai capaian serta tantangan implementasi yang dihadapi.

Kepala MIN 4 Halmahera Utara, Sastiana Dabi Dabi menyampaikan bahwa pendampingan melalui program KREASI memberi dampak terhadap proses belajar mengajar di sekolah.

“Sejak menjadi sekolah dampingan KREASI, MIN 4 Halmahera Utara menunjukkan berbagai perkembangan positif, mulai dari peningkatan kapasitas guru melalui pelatihan pembelajaran literasi numerasi berdiferensiasi, klub belajar susulan literasi numerasi untuk siswa dan tidak ada kasus perundungan di lingkungan sekolah dalam kurun waktu dua tahun terakhir. Program ini juga memperkuat kepemimpinan kepala madrasah dalam tata kelola pendidikan,” kata Sastiana.

Sementara itu, Abdul Basit mendorong semangat kolaborasi serta mengajak guru-guru untuk terlibat aktif dalam kegiatan KREASI.

“Komitmen untuk meningkatkan layanan pendidikan kepada siswa adalah bagian dari wujud nyata ketakwaan kita pada agama. Kami sebagai perwakilan Kemenag yang berperan sebagai Co-Chair KREASI aktif memastikan seluruh madrasah yang didampingi mendapatkan dampak maksimal dari progam KREASI,” ujar Basit.

Imelda Usnadibrata menyampaikan bahwa melalui Program KREASI, Save the Children bersama mitra berusaha meningkatan kualitas pendidikan bukan hanya di tingkat sekolah, tetapi juga menyentuh berbagai pihak di kabupaten.

“Kami mendukung pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan pendidikan untuk membangun ekosistem pendidikan yang lebih kuat. Kita bangun pendidikan berkualitas bukan hanya menyentuh anak, tetapi juga tata kelola, dan keterlibatan semua pihak, penting untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan,” ujar Imelda.

Sementara itu, Program Manager KREASI WVI, Rany Monika Purba, menyatakan bahwa WVI percaya bahwa setiap anak berhak untuk memaksimalkan potensi diri mereka dan pendidikan merupakan salah satu fondasi pentingnya.

“Untuk itu, kami senantiasa berkomitmen untuk bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan anak-anak Tobelo mendapatkan haknya dengan baik. Praktik baik KREASI yang sudah muncul di MIN 4 Halmahera Utara dapat menjadi contoh yang baik kepada lebih banyak madrasah di bawah Kementerian Agama, agar semakin banyak anak dapat merasakan manfaatnya,” kata Rany.

Program KREASI berfokus pada penguatan sistem pendidikan dasar melalui peningkatan kapasitas tenaga pendidik, praktik pembelajaran yang berkualitas, serta keterlibatan masyarakat dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Melalui kunjungan ini, diharapkan komitmen bersama antara pemerintah, sekolah, dan mitra semakin kuat dalam menghadirkan layanan pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berkelanjutan di Halmahera Utara.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Maluku Utara yang diwakili Ketua Tim Kurikulum dan Evaluasi, Jisman; dan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Halmahera Utara, Abdurahman M. Ali.

_____
KREASI (Kolaborasi untuk Edukasi Anak Indonesia) adalah program peningkatan kualitas pendidikan dengan memperkuat literasi, numerasi, dan pendidikan karakter. KREASI di Halmahera Utara dikelola Save the Children dan diimplementasi oleh Wahana Visi Indonesia, dengan pendanaan Global Partnership for Education (GPE) serta dukungan Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara dan Mitra Pendidikan Indonesia yang dipimpin Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan Kementerian Agama (Kemenag).
_____
Penulis: Revian L. Hontong, Andika Ramadhan | Editor: Imelda Usnadibrata, Rany Purba