Skip to content Skip to footer

KREASI Ketapang Gelar Dialog dan Penghargaan Pendidikan

KREASI Ketapang yang dijalankan oleh Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah, menggelar Dialog Pendidikan bertema Memperkuat Riset dan Praktik Berbasis Bukti Melalui Konferensi serta Berbagi Praktik Baik pada 30 Januari 2026.

Kegiatan ini diikuti oleh para pendidik, pemangku kebijakan, serta pemangku kepentingan pendidikan di Kabupaten Ketapang.

Kegiatan ini diisi dengan penghargaan yang diberikan KREASI Ketapang kepada para tokoh yang berkontribusi dalam pendidikan di Ketapang, khususnya bersama Program KREASI.

Dialog pendidikan menghadirkan berbagai pembicara. Sekretaris Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah, Khoirul Huda, dalam sambutannya menegaskan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

“Pendidikan tidak dapat dibebankan semata-mata kepada sekolah, melainkan menjadi tanggung jawab bersama antara keluarga, sekolah, dan masyarakat sebagaimana konsep Tri Pusat Pendidikan,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Program KREASI Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah, Gufron Amirullah, menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2025 Program KREASI telah melakukan berbagai intervensi pendidikan di tiga kecamatan utama di Kabupaten Ketapang.

“Program KREASI menjangkau Kecamatan Benua Kayong, Delta Pawan, dan Muara Pawan dengan melibatkan puluhan satuan pendidikan PAUD dan SD, khususnya dalam penguatan literasi membaca di kelas awal,” jelasnya.

Ia menambahkan, salah satu capaian penting Program KREASI adalah terbitnya 67 judul buku bacaan anak yang ditulis oleh guru-guru di Ketapang.

“Selain menghasilkan buku bacaan, kami juga melaksanakan pelatihan membaca nyaring dan membaca menyenangkan agar kemampuan membaca siswa kelas awal dapat berkembang secara optimal dan berkelanjutan,” tambahnya.

Apresiasi juga disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Ketapang, Repalianto. Ia menilai kontribusi Program KREASI sangat berarti dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan di daerah.

“Pemerintah Kabupaten Ketapang menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kontribusi nyata Muhammadiyah dan Program KREASI dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di daerah,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua PP Muhammadiyah, Irwan Akib, menegaskan bahwa sejak awal berdirinya Muhammadiyah, pendidikan telah diposisikan sebagai amal usaha strategis untuk membangun peradaban dan memberdayakan umat.

“Pada masa itu, masyarakat Indonesia berada dalam kondisi tertinggal dan miskin. Karena itu, KH. Ahmad Dahlan memilih jalan pendidikan sebagai upaya pembebasan dari kebodohan dan kemiskinan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa pada awalnya sistem pendidikan di Indonesia terbagi menjadi dua, yakni pendidikan tradisional pesantren dan pendidikan modern ala Belanda. KH. Ahmad Dahlan kemudian mengintegrasikan keduanya menjadi model pendidikan yang memadukan nilai-nilai keislaman dengan kemajuan ilmu pengetahuan.

“Pendidikan harus mampu memberdayakan masyarakat dan menjadi sarana untuk melepaskan diri dari ketertinggalan,” pungkasnya.

Melalui dialog pendidikan ini, Program KREASI berharap praktik-praktik baik berbasis riset dapat terus diperkuat dan direplikasi demi peningkatan kualitas pendidikan yang berkelanjutan di Kabupaten Ketapang.

_____
Program KREASI atau Kolaborasi untuk Edukasi Anak Indonesia didanai oleh Global Partnership for Education, dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, dan Kementerian Agama. KREASI di Ketapang dijalankan oleh Save the Children dan mitra pelaksana lokal Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah didukung Pemerintah Kabupaten Ketapang, dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dengan memperkuat pengajaran, pembelajaran, dan pengembangan siswa.
_____
Penulis: Afriyandi Nur Huda | Editor: Andika Ramadhan | Foto: Afriyandi Nur Huda/KREASI/Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah/Save the Children