KREASI Nias Utara menggelar Pelatihan Program Pengasuhan tanpa Kekerasan atau Safe Families untuk Fasilitator Sesi Anak dan Orang Tua di tiga kecamatan, yakni Lotu, Lahewa, dan Afulu, diadakan pada 23-25 September 2025. Kegiatan yang berlangsung serentak ini diikuti oleh 38 peserta yang terdiri atas guru, komite sekolah, tokoh masyarakat, serta organisasi mitra seperti Kementerian Agama (Kemenag), Dinas Pendidikan, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI), dan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM).
Pelatihan ini dilaksanakan untuk memastikan pengetahuan yang diperoleh peserta Training of Trainers (ToT) Safe Families di tingkat kabupaten pada Agustus lalu dapat diterapkan di sekolah dan komunitas melalui para fasilitator. Tujuan utama pengimbasan ini adalah meningkatkan pemahaman orang tua dan masyarakat tentang pola asuh positif sekaligus memberdayakan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) serta komite sekolah sebagai mitra pelaksana program.
Para fasilitator berasal dari perwakilan lintas lembaga yang sebelumnya telah dibekali melalui ToT Safe Families. Mereka memandu peserta dalam memahami kerangka pengasuhan tanpa kekerasan, pemenuhan hak anak, kesetaraan gender, serta strategi komunikasi untuk mendorong perubahan perilaku. Dengan desain dua jalur intervensi bagi guru/komite sekolah dan bagi orang tua/komunitas program ini menekankan bahwa perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Suasana pelatihan berlangsung interaktif, peserta dan fasilitator aktif berdiskusi, bertanya, dan berbagi pengalaman terkait praktik pengasuhan positif. Beberapa peserta turut membagikan pengalaman mereka mengikuti pelatihan.
Salah satu penyuluh KB, Toro, menilai materi yang diberikan sangat relevan dengan tugasnya di lapangan.
“Materi tentang pengasuhan anak tanpa kekerasan dan pencegahan stres pada anak sangat menarik. Keduanya membantu kami dalam menyampaikan informasi ini kepada keluarga serta anak-anak di masyarakat,” ujarnya.,

Guru SD di Nias Utara, Zega, mengaku mendapat banyak inspirasi baru dari pelatihan.
“Pembahasan mengenai pengelolaan stres anak dan cara mengendalikan emosi sangat bermanfaat. Saya senang bisa belajar sekaligus berbagi pengalaman dengan peserta lain. Bekal ini memotivasi saya untuk menerapkannya di sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Sementara itu, guru SD lainnya, Nazara, menekankan pentingnya pemahaman tentang dampak kekerasan pada anak.
“Saya memperoleh banyak hal baru, terutama tentang cara menangani anak yang mengalami stres. Fasilitator menyampaikan materi dengan semangat sehingga mudah dipahami. Pelatihan ini sangat bermanfaat dan pasti akan kami terapkan di sekolah,” jelasnya.
Dalam sesi penutup, di salah satu lokasi kegiatan, fasilitator menekankan bahwa anak-anak hanya dapat tumbuh dengan baik bila dikelilingi lingkungan yang aman dan penuh perhatian. Ia berharap para peserta mampu menjadi agen perubahan dalam pola asuh positif di keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Peserta pelatihan pun menyatakan komitmen bersama, menerapkan pola pengasuhan tanpa kekerasan mulai dari keluarga, menyebarkan praktik baik di sekolah, serta mendorong masyarakat untuk menciptakan ruang aman bagi anak. Beberapa di antaranya bertekad mengintegrasikan nilai-nilai pengasuhan positif dalam kegiatan pembelajaran, menyampaikan pesan ini dalam kelompok agama dan pengajian, hingga menjadikannya bagian dari program PKK dan lembaga pendidikan di Nias Utara.
Komitmen kolektif ini menegaskan bahwa pengasuhan tanpa kekerasan bukan hanya tanggung jawab guru atau orang tua, melainkan juga komunitas luas. Dengan semangat bersama, para peserta percaya Nias Utara dapat semakin ramah anak dan menjadi contoh praktik baik bagi daerah lain.
_____
Program KREASI atau Kolaborasi untuk Edukasi Anak Indonesia didanai oleh Global Partnership for Education, dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, dan Kementerian Agama. KREASI dijalankan oleh Save the Children bersama Article 33 Indonesia dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Nias Utara. KREASI bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Nias Utara dengan memperkuat pengajaran, pembelajaran, dan pengembangan siswa.
_____
Penulis: Calvin Telaumbanua, Editor: Andika Ramadhan
Foto: Calvin Telaumbanua/KREASI/Article 33 Indonesia/Save the Children