KREASI Ketapang yang dijalankan Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah menyelenggarakan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pejabat Pendidikan dan Guru dalam Penelitian Sederhana serta Penerapan Praktik Baik Berbasis Bukti pada Kamis-Jumat 25-26 September 2025.
Pelatihan menghadirkan dua pemateri, yakni Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PW Muhammadiyah Kalimantan Barat, Amrozi Zakso, dan Dosen Universitas PGRI Pontianak, Nurhadianto.
Dalam penyampaiannya, Amrozi Zakso menekankan pentingnya mini riset bagi guru. Menurutnya, penelitian sederhana bisa dilakukan bahkan oleh satu orang saja.
“Mini riset itu bisa dilakukan dengan lingkup kecil. Di luar negeri, penelitian sederhana dengan durasi dua bulan dan analisis deskriptif sudah cukup dianggap serius. Tetapi di Indonesia sering ditertawakan. Padahal, hasilnya bisa menjadi solusi nyata untuk persoalan guru, seperti masalah kedisiplinan dan komitmen profesional,” jelasnya.
Sementara itu, Nurhadianto memaparkan pentingnya praktik baik berbasis numerasi dalam pembelajaran. Ia mencontohkan bahwa pengurangan dan penjumlahan bisa dilakukan dengan berbagai cara kreatif agar lebih mudah dipahami anak.
“Kuncinya adalah kreativitas guru. Anak-anak lebih senang belajar sambil bermain, bergerak, dan bereksperimen. Misalnya menggunakan uang mainan atau menghitung langkah. Dengan begitu, numerasi terasa dekat, menyenangkan, dan anak menjadi lebih percaya diri,” ujarnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong para guru di Ketapang untuk terus mengembangkan kreativitas, melakukan penelitian sederhana, serta mengimplementasikan praktik baik berbasis bukti dalam kegiatan belajar-mengajar.
_____
Program KREASI atau Kolaborasi untuk Edukasi Anak Indonesia didanai oleh Global Partnership for Education, dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, dan Kementerian Agama. KREASI di Ketapang dijalankan oleh Save the Children dan mitra pelaksana lokal Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah didukung Pemerintah Kabupaten Ketapang, dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dengan memperkuat pengajaran, pembelajaran, dan pengembangan siswa.
_____
Penulis: Afriyandi Nur Huda; Editor: Andika Ramadhan
Foto: Afriyandi Nur Huda/KREASI/Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah/Save the Children