KREASI Nias Utara menyelenggarakan Lokakarya Praktik Baik Sekolah yang Menerapkan Prinsip-Prinsip Inklusivitas (GEDSI) untuk Mendorong Budaya yang Kolaboratif di Lingkungan Sekolah pada Rabu (27/8/2025). Kegiatan ini dihadiri 20 peserta dari unsur guru dan kepala sekolah, serta beberapa undangan dari perwakilan Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama Nias Utara.
Kegiatan ini bertujuan agar peserta memahami cara mengidentifikasi dan penelitian praktik baik di sekolah. Melalui penerapan prinsip-prinsip inklusivitas, kegiatan ini juga mendorong pembelajaran yang adil dan kolaboratif.
Dalam diskusi, salah satu peserta yang merupakan guru SD di Nias Utara, Zega, menyoroti pentingnya praktik baik.
“Praktik baik adalah pengalaman atau metode yang terbukti efektif dan memberikan dampak positif, terutama di bidang pendidikan,” kata Zega.
“Praktik baik meningkatkan kompetensi guru, kualitas pembelajaran, kolaborasi antar guru, dan karakter siswa,” ujar peserta lain, Kasman.

Para peserta juga berbagi contoh praktik baik yang mereka terapkan. Salah satu master trainer, Niataria menyampaikan praktik baik di masyarakat seperti membuang sampah pada tempatnya itu memberikan contoh positif bagi anak-anak. Sementara itu, Zega menyoroti praktik baik di sekolah, seperti datang tepat waktu, menghormati guru dan teman, serta menjaga kebersihan kelas dan lingkungan.
Kegiatan ini adalah bagian dari usaha KREASI Nias Utara dalam mendorong inklusivitas dan budaya kolaboratif di sekolah, sekaligus membekali guru dan siswa dengan keterampilan, pengetahuan, dan kesadaran lingkungan sejak dini.
Penulis: Calvin Telaumbanua; Editor: Andika Ramadhan
Foto: Calvin Telaumbanua/KREASI/Article 33 Indonesia/Save the Children