Skip to content Skip to footer

HAN di Morotai usung Tema Hapus Kekerasan, Pastikan Semua Punya Akta 

Memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2025, KREASI Morotai menyelenggarakan kampanye perlindungan anak dengan tema “Dukung Wadah Forum Anak Daerah (FAD) Pulau Morotai untuk Keberlanjutan Estafet Tata Kelola Pemerintahan Ramah Anak.” Acara bekerja sama dengan Pemkab Morotai dan dihadiri Wakil Bupati Pulau Morotai, Rio Pawane. 

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menyoroti berbagai tantangan yang masih dihadapi anak-anak Morotai, mulai dari belum meratanya kepemilikan akta kelahiran hingga kasus kekerasan di lingkungan sekolah. Tanpa dokumen identitas tersebut, anak rentan terpinggirkan dari layanan publik.  

Melalui kampanye ini, KREASI Morotai mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berperan aktif dalam memenuhi hak-hak anak secara menyeluruh, memastikan akses identitas hukum, pendidikan layak, dan lingkungan aman untuk tumbuh dan berkembang. 

Kampanye ini juga menjadi ruang bagi anak-anak untuk bersuara, menanggapi isu perundungan, serta menyampaikan harapan mereka melalui karya puisi, drama, dan tarian. 

Selain itu, FAD diberikan kesempatan khusus berdialog langsung dengan Pemerintah Daerah untuk menyampaikan persoalan dan harapan secara langsung. Anak-anak lain yang tidak tergabung dalam FAD tetap dapat menyampaikan aspirasi melalui pohon harapan, tempat mereka menuliskan keinginan untuk belajar dan berprestasi dalam lingkungan yang aman dan bebas kekerasan. Kegiatan ini juga menyediakan ruang bermain sambil belajar di stand yang tersedia, menjadikan kampanye lebih menyenangkan dan edukatif. 

Kegiatan mendapat dukungan dari Wakil Bupati, Rio Christian Pawane, “Saya mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berkomitmen dan mengambil peran nyata dalam memperkuat perlindungan anak di Morotai,” ujarnya. 

Pada kegiatan ini, KREASI Morotai mengajak ekosistem daerah dan Komisioner KPAI yang hadir untuk menunjukkan komitmen terhadap perlindungan dan pemenuhan hak anak melalui media yang menarik dan simbolis, yaitu aksi cap tangan bersama. Aksi ini menjadi bentuk komitmen kolektif antara ekosistem daerah dan KPAI untuk mencegah kekerasan serta mewujudkan Morotai yang lebih aman bagi anak-anak. 

Kampanye ini ditutup dengan seruan menjaga estafet perlindungan anak sebagai tanggung jawab bersama. Dengan mengusung kata “Tong Baku Jaga”, kampanye ini mengingatkan bahwa perlindungan anak adalah tanggung jawab negara dan seluruh elemen masyarakat. 


Foto dan Teks: Ayutama Puti Jordy/KREASI/Stimulant Institute/Save the Children