KREASI Pesisir Barat melaksanakan kegiatan Coaching Clinic Integrasi Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan dalam Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk mendorong skema pendanaan dan kebijakan terkait pengembangan guru.
Salah satu kepala sekolah bernama Tri, yang menjadi peserta menyampaikan, “Jika ada alokasi dana tambahan, guru akan lebih sejahtera guna meningkatkan mutu pendidikan. Jika guru sejahtera, akan membantu pembelajaran ke siswa dengan media pembelajaran yang makin kreatif.”
Dihadiri oleh Bappeda, Dinas Pendidikan, Kemenag, dan Kepala Sekolah/Madrasah, dilakukan dialog, pembelajaran, dan perencanaan lintas lembaga di Kabupaten Pesisir Barat. Kegiatan ini memaksimalkan peluang yang dapat meningkatkan pengembangan kompetensi guru secara terintegrasi serta responsif gender dan inklusif.
Tidak berhenti disitu, dilaksanakan Diskusi Rencana Tindak Lanjut Pengembangan Budget Peningkatan Kompetensi Berkelanjutan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman para pemangku kepentingan khususnya kepala sekolah, bendahara, dan pengelola program pendidikan, mengenai kebijakan, skema pembiayaan, dan praktik baik dalam pemanfaatan anggaran pengembangan kompetensi guru.
Sumadi, peserta diskusi menyebut, “Kami saling berbagi praktik baik karena tiap sekolah terdapat perbedaan kebutuhan dan pasti skemanya akan berbeda. Kami bisa belajar satu sama lain untuk kedepannya.”
Ruang diskusi ini berperan penting sebagai pertukaran praktik baik, pengalaman, dan tantangan yang telah dialami untuk menyusun strategi dalam menciptakan solusi untuk peningkatan efektivitas anggaran guna meningkatkan kualitas keprofesian guru.
Harapannya, ruang reflektif ini akan mendukung pencapain tujuan panjang, yaitu meningkatkan kebijakan dan praktik pengajaran keterampilan dasar guna mendukung peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah-sekolah Pesisir Barat.
“Peningkatan kapasitas guru dalam hal keprofesian menjadi kunci dalam meningkatkan mutu pendidikan di Pesisir Barat secara berkelanjutan. Kedepannya, semoga alokasi anggaran BOSDA dan APBD dapat membantu kebutuhan sekolah dalam memberikan pendidikan yang terbaik bagi anak,” tutur Slamet, Pengawas Pendidikan di Kemenag Pesisir Barat.
Teks: Putri Lalitaningtyas (Penulis); Andika Ramadhan (Editor)
Foto: Putri Lalita/KREASI/Yayasan Guru Belajar/Save the Children