Skip to content Skip to footer

KREASI Melakukan Pertemuan Komite Pengarah Nasional Pertama

Jakarta, 12 Desember 2024 – Program Kolaborasi untuk Edukasi Anak Indonesia (KREASI) melakukan pertemuan Komite Pengarah Nasional Pertama. Pertemuan ini dihadiri oleh Ko-Ketua Mitra Pendidikan Indonesia (MPI), yaitu Kepala Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Anindito Aditomo, Ph.D, perwakilan Direktur Jendral Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag), Muhammad Sidik Sisdiyanto, S.Ag., perwakilan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional / Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Direktur Program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI), Mark Heyward, Plt. Chief of Party KREASI dan Chief of Strategic Partnership and Program Operations Save the Children Indonesia, Rosianto Hamid.

Pertemuan juga dihadiri oleh pengurus dari Co-Coordinating Agencies MPI, Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan (PSPK) dan Yayasan Plan International Indonesia (YPPI), serta Mitra Pelaksana Lokal (MPL) KREASI dari 8 kabupaten, yaitu, Article 33, Ikatan Guru Indonesia (IGI), LP Ma’arif NU, Yayasan Guru Belajar (YGB), Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah, Wahana Visi Indonesia (WVI) dan Stimulant Institute.

Salah satu hal penting yang dilakukan di pertemuan ini adalah penandatanganan Komitmen Bersama Program KREASI yang menjadi prinsip dasar pelaksanaan program agar sesuai dengan kaidah-kaidah hibah dalam mencapai tujuannya. Pertemuan Komite Pengarah Nasional ini dilakukan setelah terpilihnya Mitra Pelaksana Lokal (MPL), sehingga menjadi ruang penyampaian pesan strategis dari Pemerintah kepada seluruh Tim KREASI beserta MPL terkait pelaksanaan program di delapan kabupaten target.

Kemendikdasmen menyampaikan kegembiraan atas peluncuran resmi program KREASI. Proses persiapan program ini telah berlangsung sejak 2021, dan kini implementasinya siap dilaksanakan. Program ini bersifat hibah dan dikelola oleh masyarakat sipil, bukan langsung oleh pemerintah. Kemendikdasmen juga mengapresiasi terpilihnya organisasi Mitra Pelaksana Lokal (MPL) di 8 kabupaten yang akan menjadi daerah dampingan KREASI.

Kemendikdasmen menegaskan bahwa cita-cita pendidikan Indonesia, yaitu “Pendidikan Bermutu untuk Semua”, tidak dapat dicapai hanya oleh Pemerintah Pusat. Pendidikan yang bermutu harus dirasakan langsung oleh anak-anak di sekolah melalui penguatan ekosistem di daerah. Capaian pendidikan sangat bergantung pada kapasitas pemerintah daerah dan aktor-aktor lokal di tingkat kabupaten.

Program KREASI merupakan sister-program dari INOVASI yang telah berjalan selama 8 tahun dalam dua fase. Keberhasilan INOVASI mendorong Pemerintah Australia untuk memperpanjang program tersebut, dan Global Partnership for Education (GPE) membuka dana padanan untuk KREASI. Kemendikdasmen berharap program ini dapat mengambil pembelajaran dari INOVASI untuk memperkuat implementasi KREASI.

Program INOVASI menyampaikan bahwa kolaborasi antara INOVASI dan KREASI akan memperkuat dampak positif bagi pendidikan anak-anak Indonesia. Kedua program memiliki fokus yang sama, yaitu meningkatkan kualitas pembelajaran di tingkat dasar.

Sementara itu, Kemenag menyampaikan harapan agar program ini dapat memberikan dampak signifikan bagi masa depan anak-anak. Sekolah-sekolah yang didampingi diharapkan dapat menjadi contoh bagi sekolah-sekolah di sekitarnya, dengan dampak yang terukur dan jelas. Kemenag juga menekankan pentingnya evaluasi berkala untuk memastikan program berjalan efektif.

Bappenas menyatakan dukungan penuh terhadap program KREASI. Program ini sejalan dengan agenda Pembangunan Nasional, khususnya dalam hal wajib belajar 13 tahun, mulai dari PAUD. KREASI diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas belajar di daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) dan bagi keluarga kurang mampu. Bappenas juga menyoroti pentingnya peta jalan pendidikan Indonesia yang telah diluncurkan bersama Kemendikdasmen, yang mendorong pembelajaran sesuai kebutuhan siswa dan afirmasi bagi yang kurang beruntung.

Pemerintah menekankan pentingnya pendidikan bermutu yang mencakup literasi, numerasi, dan karakter. Anak-anak membutuhkan fondasi yang kuat, dan sumber daya harus diprioritaskan untuk mereka yang paling membutuhkan. Selain itu, integrasi pendidikan gizi dalam program KREASI juga menjadi perhatian. Meskipun program ini tidak membiayai logistik, pendidikan gizi dapat menjadi bagian dari pendidikan karakter.

Penulis: Anggi M. Nasution

122024_KREASISteerComm1IMG1
122024_KREASISteerComm1IMG2
122024_KREASISteerComm1IMG3
122024_KREASISteerComm1IMG4
122024_KREASISteerComm1IMG5
122024_KREASISteerComm1IMG6
122024_KREASISteerComm1IMG7
122024_KREASISteerComm1IMG8
122024_KREASISteerComm1IMG9
PlayPause
previous arrowprevious arrow
next arrownext arrow
122024_KREASISteerComm1IMG1
122024_KREASISteerComm1IMG2
122024_KREASISteerComm1IMG3
122024_KREASISteerComm1IMG4
122024_KREASISteerComm1IMG5
122024_KREASISteerComm1IMG6
122024_KREASISteerComm1IMG7
122024_KREASISteerComm1IMG8
122024_KREASISteerComm1IMG9
previous arrow
next arrow