Pada 26 Mei 2026, KREASI melaksanakan kegiatan Sosialisasi Program KREASI Pesisir Barat Tahun Kedua bagi sekolah mitra. Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk membangun pemahaman bersama mengenai implementasi Program KREASI tahun kedua sekaligus memperkuat komitmen berbagai pihak dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dasar di Pesisir Barat.
Kegiatan dihadiri oleh 30 kepala sekolah SD dan MI mitra KREASI tahun kedua, perwakilan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesisir Barat, Dinas Pendidikan Kabupaten Pesisir Barat, Save the Children, serta tim Yayasan Guru Belajar sebagai mitra pelaksana. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan ini menunjukkan adanya dukungan bersama terhadap upaya peningkatan mutu pendidikan di wilayah Pesisir Barat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan dari Program Manager KREASI Pesisir Barat Yayasan Guru Belajar, Sari Lestari, yang menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi pintu masuk bagi sekolah mitra untuk memahami arah program sekaligus mempersiapkan implementasi tahun kedua.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Kasi Pendis Kantor Kemenag Pesisir Barat, Slamet yang mengapresiasi hadirnya Program KREASI dan berharap seluruh sekolah dapat mengikuti setiap proses pembelajaran dengan baik.
Kegiatan kemudian secara resmi dibuka oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Pesisir Barat, Albert Gunata Putra. Dalam sambutannya disampaikan harapan agar sekolah dapat memanfaatkan kesempatan belajar yang diberikan melalui program ini dan membangun kolaborasi yang kuat demi peningkatan mutu pendidikan. Momentum pembukaan juga ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan Sekolah Intervensi KREASI tahun kedua oleh Dinas Pendidikan dan Kantor Kementerian Agama.
Pada sesi utama, peserta mendapatkan pemaparan mengenai capaian sekolah mitra tahun pertama, gambaran implementasi sekolah tahun kedua, enam paket program KREASI, serta penjelasan lebih mendalam mengenai Penigkatan Profesional Kepala Sekolah (Principal Profesional Development/PPD).
Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan yang muncul. Kepala sekolah menunjukkan ketertarikan untuk memahami target program, mekanisme pelaksanaan, serta keterlibatan guru dalam berbagai paket kegiatan. Diskusi berlangsung aktif dan menunjukkan bahwa sekolah mulai memetakan peran serta kontribusi yang dapat diberikan selama implementasi program berlangsung.
Selain membahas program, kegiatan ini juga menjadi ruang berbagi kondisi nyata yang dihadapi sekolah. Beberapa kepala sekolah menyampaikan tantangan berupa akses geografis yang sulit, kondisi jalan menuju sekolah yang masih terbatas, risiko banjir, keterbatasan jaringan internet, minimnya fasilitas literasi, hingga keterbatasan anggaran untuk pengembangan kapasitas guru. Di sisi lain, berbagai cerita tersebut juga memperlihatkan semangat dan daya juang sekolah. Beberapa sekolah telah menginisiasi pojok baca di kelas meskipun belum memiliki perpustakaan, sementara kepala sekolah terus berupaya membangun budaya belajar dan mendukung guru agar tetap berkembang di tengah berbagai keterbatasan.
Suasana kegiatan berlangsung hangat, tertib, dan partisipatif. Peserta mengikuti sesi dengan penuh perhatian serta aktif memberikan tanggapan dan masukan. Dari proses diskusi, terpetakan harapan bersama agar Program KREASI dapat membantu meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat praktik pembelajaran literasi dan numerasi di kelas, menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi anak, serta memberikan dampak nyata terhadap perkembangan peserta didik. Antusiasme yang ditunjukkan para kepala sekolah juga menjadi indikator awal adanya komitmen untuk berkolaborasi dalam menjalankan program selama dua tahun ke depan.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, terbangun pemahaman bersama mengenai arah, tujuan, dan strategi pelaksanaan Program KREASI tahun kedua. Ke depan, diharapkan kolaborasi antara sekolah, pemerintah daerah, Kementerian Agama, Save the Children, dan Yayasan Guru Belajar dapat terus diperkuat sehingga setiap paket program dapat diimplementasikan secara optimal. Dengan semangat gotong royong dan komitmen yang telah ditunjukkan sejak awal, Program KREASI diharapkan mampu menghadirkan perubahan yang berkelanjutan bagi peningkatan kualitas pembelajaran dan masa depan anak-anak di Kabupaten Pesisir Barat.
_____
KREASI (Kolaborasi untuk Edukasi Anak Indonesia) adalah program peningkatan kualitas pendidikan dengan memperkuat literasi, numerasi, dan pendidikan karakter. KREASI di Pesisir Barat dikelola Save the Children dan diimplementasi oleh Yayasan Guru Belajar, dengan pendanaan Global Partnership for Education (GPE) serta dukungan Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat dan Mitra Pendidikan Indonesia yang dipimpin Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan Kementerian Agama (Kemenag).
Penulis: Clara Sidharta | Editor: Andika Ramadhan | Foto: Clara Sidharta/KREASI/Yayasan Guru Belajar/Save the Children