Skip to content Skip to footer

Guru di Nias Utara Terapkan Pembelajaran Lingkungan Berbasis Proyek

Guru di Nias Utara melakukan implementasi pembelajaran berbasis proyek pada 20-23 Januari 2026 di sekolah masing-masing, menerapkan RPP berbasis proyek. Salah satu praktik dilakukan di salah satu TK oleh guru Ester yang mengangkat tema lingkungan dan perubahan iklim melalui topik ombak dan angin laut.

Dalam pembelajaran tersebut, anak-anak menonton video tentang ombak dan angin laut, berdiskusi mengenai bahaya ombak tinggi, membuat perahu dari kertas, serta merancang solusi keselamatan bagi masyarakat. Proyek berlanjut dengan pembuatan papan larangan berenang saat ombak tinggi. Anak-anak bekerja secara berkelompok, menentukan bahan yang dibutuhkan, membagi tugas, hingga menghasilkan papan peringatan sebagai produk akhir pembelajaran.

Melalui kegiatan ini, anak tidak hanya belajar mengenal lingkungan dan keselamatan, tetapi juga mengembangkan kemampuan berhitung, berkolaborasi, berkomunikasi, dan mengambil keputusan dalam proses belajar. Pembelajaran berbasis proyek memberi pengalaman langsung yang bermakna bagi anak sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Sebagai tindak lanjut, guru akan terus mengimplementasikan PjBL di kelas, melakukan refleksi bersama, serta mengikuti pendampingan lanjutan dari tim program. Diharapkan, melalui pendampingan berkelanjutan ini, praktik pembelajaran berbasis proyek dapat mendorong perubahan nyata dalam proses belajar mengajar serta meningkatkan kualitas layanan pendidikan inklusif di sekolah-sekolah sasaran di Nias Utara.

Pelatihan

Sebelumnya, KREASI Nias Utara yang dilaksanakan Article 33 Indonesia, melaksanakan pelatihan dan pendampingan metode pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning/PjBL) bertema lingkungan dan perubahan iklim pada 19 Januari 2026 di Lotu, Kabupaten Nias Utara. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program KREASI yang bertujuan meningkatkan kapasitas guru dalam menerapkan pembelajaran kontekstual dan inklusif di sekolah.

Pelatihan diikuti delapan guru dari delapan sekolah sasaran yang berasal dari Kecamatan Afulu, Lahewa, dan Lotu, dari jenjang PAUD, RA, SD, hingga MI. Kegiatan ini juga melibatkan perwakilan dari Dinas Pendidikan dan Kantor Kementerian Agama Nias Utara. Dalam pelatihan tersebut, peserta melakukan simulasi pembelajaran berbasis proyek, roleplay proses belajar, serta menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berbasis PjBL yang siap diterapkan di kelas.

Program Manager KREASI Nias Utara dalam sambutannya menekankan pentingnya peningkatan kapasitas guru dalam mengintegrasikan isu lingkungan dan perubahan iklim ke dalam pembelajaran. Ia berharap guru mampu mengedukasi siswa tentang pengelolaan sampah dan kesadaran lingkungan sejak dini melalui kegiatan belajar yang bermakna.

Perwakilan Kantor Kementerian Agama menyampaikan harapan agar siswa dapat memahami berbagai konflik lingkungan dan perubahan iklim melalui pembelajaran yang kontekstual. Sementara perwakilan Dinas Pendidikan menegaskan bahwa pembelajaran dapat dikembangkan dengan memanfaatkan lingkungan sekitar serta mendorong kerja tim guru untuk meningkatkan kemampuan literasi dan pembelajaran kolaboratif di sekolah.

Pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan sebelumnya yang menunjukkan bahwa sebagian guru masih menghadapi tantangan dalam memahami konsep PjBL dan mengaitkannya dengan praktik pembelajaran sehari-hari. Oleh karena itu, program pendampingan berkelanjutan dirancang untuk membantu guru menginternalisasi konsep, mempraktikkan rancangan pembelajaran, serta merefleksikan proses belajar yang inklusif dan relevan dengan kondisi sekolah.

_____
Program KREASI atau Kolaborasi untuk Edukasi Anak Indonesia didanai oleh Global Partnership for Education, dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, dan Kementerian Agama. KREASI dijalankan oleh Save the Children bersama Article 33 Indonesia dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Nias Utara. KREASI bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Nias Utara dengan memperkuat pengajaran, pembelajaran, dan pengembangan siswa. 
_____
Penulis: Calvin Telaumbanua | Editor: Andika Ramadhan | Foto: Calvin TelaumbanuaKREASI/Article 33 Indonesia/Save the Children