Chief of Party Program KREASI Save the Children, Alifah Sri Lestari, melakukan pertemuan dengan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di Jakarta, pada 8 Januari 2026. Hadir Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin), Yudhistira Nugraha, dan Sekretaris Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Mohammad Yusro.
Pertemuan ini guna memperkuat kolaborasi dalam peningkatan mutu pendidikan melalui pemanfaatan data, platform pembelajaran digital, serta pengembangan kapasitas guru yang lebih terarah.
Diskusi berfokus pada akses dan pemanfaatan data Rapor Pendidikan untuk mendukung analisis baseline Program KREASI yang lebih mendalam terhadap capaian literasi dan numerasi di 249 sekolah sasaran. Penguatan perencanaan berbasis data ini diharapkan memastikan intervensi program menjadi lebih tepat sasaran dan responsif terhadap kebutuhan nyata sekolah.
Dalam pertemuan tersebut, Kepala Pusdatin mendorong pengembangan “Pojok Rumah Pendidikan” di sekolah, seperti pojok baca yang memanfaatkan sumber-sumber pembelajaran dari platform Rumah Pendidikan. Inisiatif ini menekankan pentingnya pemetaan jumlah sekolah sasaran yang telah memperoleh papan interaktif digital, sekaligus memastikan bahwa sumber belajar tidak hanya terbatas pada buku fisik, tetapi juga mencakup materi digital dan permainan edukatif.
Rumah Pendidikan adalah platform yang dirancang sebagai ekosistem pembelajaran yang tidak hanya menghadirkan Ruang Guru, tetapi juga Ruang Murid, Ruang Sekolah, Ruang Orangtua, dan ruang lainnya bagi pemangku kepentingan pendidikan. Pendekatan ekosistem ini diharapkan dapat mempercepat transformasi digital dan memperluas akses terhadap sumber belajar yang bermutu dan inklusif.
Sekretaris BSKAP menegaskan pentingnya keberlanjutan kolaborasi dengan mengundang Pusdatin untuk turut serta dalam pertemuan rutin tiga bulanan bersama para Co-Chairs. Mekanisme koordinasi ini diharapkan dapat memastikan integrasi data, pemanfaatan platform digital, dan implementasi Program KREASI tetap selaras dengan kebijakan pendidikan nasional.
Pusdatin juga menyarankan pelibatan relawan di luar guru untuk membantu kegiatan pembelajaran di pojok baca, dengan dukungan dan pelatihan dari Duta Teknologi di setiap provinsi binaan Pusdatin. Model kolaborasi lintas pihak ini diharapkan dapat meringankan beban guru sekaligus memperkaya pengalaman belajar siswa melalui dukungan literasi dan pemanfaatan teknologi digital.
Ke depan, Kemendikdasmen berharap bersama KREASI dapat mengembangkan sebuah dashboard terpadu yang tidak hanya memantau kinerja mitra, tetapi juga merekam peningkatan kualitas sekolah dan guru. Upaya ini sejalan dengan target nasional pembentukan 1.000 sekolah model yang berfokus pada pembelajaran mendalam. Kolaborasi lanjutan dengan Pusdatin juga akan mendukung pendirian pojok baca digital yang terintegrasi dengan sumber belajar Rumah Pendidikan.
Pertemuan ini menjadi penting dalam memperkuat sinergi antara Save the Children Indonesia dan Kemendikdasmen. Melalui integrasi analisis berbasis data, ekosistem pembelajaran digital, inovasi pengembangan guru, serta pelibatan komunitas, Program KREASI terus berupaya berkontribusi dalam mendorong peningkatan literasi, numerasi, dan mutu pendidikan secara berkelanjutan di Indonesia.
