KREASI Tanggamus menggelar rangkaian pelatihan pada 29 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat mutu pendidikan dasar, khususnya di lingkungan sekolah dan madrasah di Tanggamus.
Pelatihan dirancang secara komprehensif dengan mencakup tiga agenda utama. Pertama, Pelatihan Pengembangan Karier Calon Kepala Sekolah SD berbasis Kompetensi Kepemimpinan. Kedua, Penguatan Kapasitas Satuan Pendidikan melalui Program Sudut Literasi Anak (Sultan). Ketiga, Kampanye Perubahan Perilaku Sosial (Social and Behavior Change Communication/SBCC) yang menitikberatkan pada peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Direktur Program KREASI LP Ma’arif PBNU, Suardi, menyampaikan bahwa transformasi pendidikan nasional tidak boleh berhenti pada tataran kebijakan pusat semata, melainkan harus menyentuh hingga ke akar rumput. Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia pendidikan—terutama guru dan kepala sekolah—merupakan fondasi utama dalam menjamin hak anak atas pendidikan yang bermutu dan berkeadilan.
“Program KREASI hadir untuk memastikan bahwa transformasi pendidikan tidak hanya terjadi di pusat, tetapi benar-benar meresap hingga ke daerah,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa fokus program adalah menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan berkualitas melalui penguatan sumber daya manusia yang adaptif terhadap perubahan kurikulum nasional.
Ia juga menekankan bahwa kepala sekolah bukan sekadar administrator, melainkan pemimpin pembelajaran yang memiliki peran strategis dalam membangun budaya sekolah yang sehat, kolaboratif, dan berpihak pada kebutuhan peserta didik. Salah satu isu krusial yang menjadi perhatian dalam pelatihan ini adalah transisi PAUD ke SD yang menyenangkan. Masa transisi tersebut kerap menjadi tantangan bagi anak, terutama ketika terjadi pergeseran drastis dari dunia bermain di PAUD menuju lingkungan belajar formal di sekolah dasar. Oleh karena itu, para guru didorong untuk berperan sebagai fasilitator yang mampu menjembatani pendekatan bermain khas PAUD ke dalam proses pembelajaran di SD tanpa menimbulkan tekanan akademik berlebihan.
Para peserta pelatihan diajak memahami bahwa kesiapan anak masuk SD tidak semata diukur dari kemampuan membaca, menulis, dan berhitung, tetapi juga dari kesiapan emosional, sosial, serta rasa percaya diri dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. Dalam konteks ini, guru memiliki tanggung jawab besar untuk menciptakan atmosfer kelas yang ramah anak dan proliterasi. Agar masa transisi dari PAUD ke SD tidak menjadi pengalaman yang menegangkan, sekolah perlu menghadirkan ruang belajar yang inklusif, menyenangkan, dan menumbuhkan kegembiraan belajar.
Program Sultan dihadirkan sebagai instrumen pendukung pembiasaan pembelajaran berbasis literasi yang mudah diterapkan di kelas. Melalui sudut baca yang menarik dan ramah anak, peserta didik didorong berinteraksi dengan buku dan bahan bacaan secara alami. Program ini diharapkan membantu anak beradaptasi dengan lingkungan sekolah dasar secara menyenangkan, menumbuhkan minat baca sejak dini, serta membangun rasa percaya diri tanpa tekanan psikologis.
Keberlanjutan program sangat bergantung pada komitmen dan kesungguhan para guru serta kepala sekolah dalam menerapkan praktik baik yang telah diperoleh selama pelatihan. Kegiatan ini ditutup dengan penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) untuk memastikan sinergi antara penguatan kepemimpinan sekolah, pengembangan budaya literasi, dan peningkatan kesadaran sosial tentang pentingnya PAUD dapat berjalan berkelanjutan serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Tanggamus.
_____
Program KREASI atau Kolaborasi untuk Edukasi Anak Indonesia didanai oleh Global Partnership for Education, dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, dan Kementerian Agama. KREASI di Tanggamus dijalankan oleh Save the Children dan mitra pelaksana lokal Lembaga Pendidikan Ma’arif NU didukung Pemerintah Kabupaten Tanggamus, dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dengan memperkuat pengajaran, pembelajaran, dan pengembangan siswa.
_____
Penulis: Ade Erlangga | Editor: Nabila Aulia | Foto: Ade Erlangga/KREASI/LP Ma’arif NU/Save the Children