Skip to content Skip to footer

KREASI Gelar FGD Pendidikan dan Luncurkan Program Sudut Literasi Anak di Tanggamus

KREASI menyelenggarakan Diskusi Kelompok Terarah (FGD) dan lokakarya bertajuk “Rumusan Rekomendasi Kebijakan dan Penyusunan Policy Brief Kurikulum dan Asesmen serta Diseminasi kepada Pemangku Kebijakan Pendidikan Kabupaten Tanggamus.” Kegiatan yang berlangsung di Aula Bapperida Kabupaten Tanggamus, pada 21 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk menyelaraskan kebijakan antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta lembaga mitra pembangunan internasional.

Salah satu poin penting dalam lokakarya tersebut adalah peluncuran produk pengetahuan unggulan bernama Sudut Literasi Anak (Sultan), sebuah model inovasi ruang baca di dalam kelas yang dirancang untuk mendekatkan akses buku secara langsung kepada siswa dalam suasana yang menyenangkan dan interaktif. Ketua LP Ma’arif PCNU Tanggamus, Sundusiah, menegaskan bahwa inovasi seperti Sultan lahir dari kebutuhan nyata di lapangan.

Ia menyampaikan bahwa keterlibatan aktif pengurus daerah sangat penting untuk memastikan setiap kebijakan pendidikan dapat terimplementasi dengan baik hingga ke tingkat satuan pendidikan. “Kehadiran Sultan adalah jawaban taktis agar kurikulum tidak hanya menjadi dokumen administratif, melainkan benar-benar terasa dampaknya di ruang kelas melalui budaya membaca yang hidup setiap hari. Kami di LP Ma’arif NU Tanggamus berkomitmen mengawal replikasi ini demi masa depan anak-anak Tanggamus,” ujarnya.

Menurutnya, Sultan bukan sekadar penyediaan rak buku, melainkan sistem pengelolaan literasi yang mencakup panduan pemanfaatan buku bacaan, metode pembelajaran literasi dasar, serta keterlibatan aktif siswa dalam mengelola pojok baca mereka. Produk pengetahuan ini disepakati oleh forum untuk menjadi standar yang akan direplikasi oleh sekolah-sekolah di seluruh Kabupaten Tanggamus.

Sementara itu, Direktur KREASI LP Ma’arif PBNU, Suardi, menyampaikan bahwa risalah kebijakan yang dihasilkan harus mampu diterjemahkan secara kreatif agar mudah dipahami dan diterapkan oleh pendidik di akar rumput. “Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan peningkatan kualitas kebijakan kurikulum berbasis bukti (evidence-based policy),” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa data capaian literasi dan numerasi dalam Asesmen Nasional menunjukkan adanya kesenjangan yang memerlukan kebijakan yang tepat sasaran, termasuk integrasi isu lintas sektor seperti Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI) serta perubahan iklim.

Kepala Bapperida Tanggamus, Doni Sengaji Berisang, menyambut baik kehadiran Program KREASI dan menyatakan komitmennya untuk bergerak bersama membangun pendidikan dasar. “Saya berharap melalui diskusi ini lahir rekomendasi yang konkret dan aplikatif seperti Program Sultan, yang berdampak langsung pada kualitas anak didik. Setiap gagasan sangat berharga bagi masa depan generasi bangsa,” katanya.

Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, Bapperida, serta unsur pelaksana pendidikan lainnya. Hasil lokakarya dan kesepakatan mengenai replikasi Program Sultan akan segera didiseminasikan sebagai acuan resmi implementasi pendidikan di Kabupaten Tanggamus.

_____
Program KREASI atau Kolaborasi untuk Edukasi Anak Indonesia didanai oleh Global Partnership for Education, dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, dan Kementerian Agama. KREASI di Tanggamus dijalankan oleh Save the Children dan mitra pelaksana lokal Lembaga Pendidikan Ma’arif NU didukung Pemerintah Kabupaten Tanggamus, dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dengan memperkuat pengajaran, pembelajaran, dan pengembangan siswa.
_____
Penulis: Ade Erlangga | Editor: Nabila Aulia | Foto: Ade Erlangga/KREASI/LP Ma’arif NU/Save the Children