Skip to content Skip to footer

KREASI Nias Utara Gelar Kampanye Perlindungan Anak Lewat Dialog Interaktif

KREASI Nias Utara menyelenggarakan Kampanye Perlindungan Anak tingkat kabupaten di Aula Tafaeri Kantor Bupati Nias Utara, di Lotu pada Jumat (14/11/2025). Mengusung tema “Anak Bahagia Sekolah Berdaya, Anak Terlindungi Nias Utara Maju,” acara puncak ini berfokus pada dialog interaktif yang memberikan ruang bagi perwakilan anak dari 28 sekolah intervensi KREASI untuk menyuarakan pandangan mereka secara langsung kepada Bupati, Wakil Bupati, dan pemangku kebijakan terkait.

Kampanye ini merupakan puncak dari serangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan 11-13 November 2025, meliputi pemetaan isu dan lokakarya bersama anak serta kampanye tingkat sekolah di tiga kecamatan di Lahewa, Lotu, dan Afulu.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Nias Utara Amizaro Waruwu, dan Wakil Bupati Yusman Zega. Turut hadir Mitra Pelaksana Lapangan (MPL) KREASI Nias Utara dari Article 33 Indonesia dan Save the Children. Peserta utama kampanye terdiri dari perwakilan anak, guru, orang tua, dan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) dari 28 sekolah.

Sesuai fokus utamanya, kampanye ini mendedikasikan sesi khusus untuk dialog interaktif bertajuk “Anak Bahagia Sekolah Berdaya”. Tujuan utama sesi ini adalah untuk mendengarkan langsung suara anak-anak mengenai kondisi lingkungan mereka dan menggali komitmen nyata dari para pemangku kebijakan untuk mewujudkan Nias Utara sebagai kabupaten yang aman dan ramah bagi anak.

Mewakili suara teman-temannya, tiga anak tampil dengan berani, menerjemahkan arti ‘perlindungan anak’ ke dalam gambar dan cerita yang kuat.

Kerol, seorang murid TK, hadir dengan gambar rumah dan anak yang dibuatnya saat kampanye tingkat sekolah, Kerol menceritakan aktivitasnya bermain dengan aman dan bahagia di rumah bersama ibu dan adiknya.

Sementara, Desti, seorang murid SD dengan tegas menyuarakan pesan anti-perundungan, Desti menampilkan gambar telapak tangan yang ia buat. Gambar itu bertuliskan “STOP KEKERASAN dan Berteman itu Baik.” Desti menekankan, “Tidak boleh ada kekerasan, tidak boleh memukul.”

Indah, seorang murid SD juga menyampaikan poster anti-kekerasan yang dibuat olehnya, gambar anak laki-laki dan perempuan, Indah menjelaskan visinya tentang pertemanan yang ideal.

“Anak laki-laki dan perempuan itu saling menyayangi, mengasihi, dan menghormati. Mereka tidak pernah membuli, mengejek, atau memukul sesama mereka,” ujar Indah.

Direktur Article 33 Indonesia, Santoso, menyampaikan bahwa program ini bertujuan membangun ekosistem pendidikan yang aman melalui kolaborasi.

“Kami telah melakukan peningkatan kapasitas, pelatihan, dan advokasi terkait kurikulum, asesmen, pengajaran guru, kepemimpinan sekolah, dan perlindungan anak di 28 satuan pendidikan di Nias Utara,” jelas Santoso.

Wakil Bupati Nias Utara, Yusman Zega, mengapresiasi inisiatif KREASI Nis Utara ini.

“Kami berterima kasih atas pendampingan ini. Kami berharap kegiatan ini dapat membantu anak-anak Nias Utara mendapatkan perlindungan dalam belajar sehingga kedepan anak-anak sekolah menjadi harapan bangsa dalam menyambut Indonesia Emas 2045,” ujar Yusman Zega.

Acara ditutup dengan puncak komitmen, yaitu Penandatanganan Komitmen Bersama ‘Anak Bahagia Sekolah Berdaya’. Penandatanganan ini memuat tiga kesepakatan utama untuk memastikan keberlanjutan perlindungan anak di Nias Utara:

Penguatan Kebijakan: Mendorong sekolah dan madrasah menerapkan kebijakan ramah anak yang partisipatif, aman, dan inklusif.

Penguatan Kapasitas & Sinergi: Menguatkan peran Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) di sekolah dan menyambungkannya dengan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) di desa.

Penganggaran yang Berpihak: Mendorong perencanaan dan penganggaran daerah yang sensitif terhadap isu perlindungan anak, termasuk untuk penguatan TPPK.

Komitmen ini menjadi simbol kolaborasi antara pemangku kebijakan, sekolah, guru, dan siswa untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan berpihak pada anak.

Dalam sambutan penutupnya, Bupati Nias Utara, Amizaro Waruwu, menyampaikan apresiasi dan harapan agar kegiatan ini terus dikawal keberlanjutannya.

“Semoga kegiatan ini bermanfaat untuk kemajuan dunia pendidikan di Nias Utara. Saya berpesan khusus kepada seluruh guru untuk terus belajar, membenahi diri, dan berinovasi dalam melaksanakan proses belajar mengajar,” tutup Bupati.

_____
Program KREASI atau Kolaborasi untuk Edukasi Anak Indonesia didanai oleh Global Partnership for Education, dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, dan Kementerian Agama. KREASI dijalankan oleh Save the Children bersama Article 33 Indonesia dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Nias Utara. KREASI bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Nias Utara dengan memperkuat pengajaran, pembelajaran, dan pengembangan siswa. 
_____
Penulis: Calvin Telaumbanua | Editor: Andika Ramadhan | Foto: Calvin Telaumbanua/KREASI/Article 33 Indonesia/Save the Children