KREASI melaksanakan kegiatan monitoring Teaching at the Right Level (TaRL) di tujuh kecamatan di Kabupaten Nias Selatan, Provinsi Sumatera Utara. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya untuk mendukung transformasi pembelajaran yang lebih adaptif terhadap kebutuhan siswa.
Monitoring dilakukan oleh mitra pelaksana Ikatan Guru Indonesia (IGI) di Kecamatan Onolalu, Maniamolo, Teluk Dalam, Fanayama, Luahagundre, Mazino, dan Toma. Tim mengunjungi lebih dari 20 satuan pendidikan dari tingkat PAUD hingga SD. Kegiatan ini bertujuan untuk melihat secara langsung implementasi pendekatan TaRL di sekolah-sekolah mitra serta mengidentifikasi tantangan dan peluang di lapangan.
Di Kecamatan Onolalu, tim mengunjungi SDN 078440 Hilionaha, SDN 078567 Hilimondregeraya, dan TK Pembina Onolalu. Tantangan utama yang ditemui adalah keterbatasan fasilitas, jumlah siswa yang rendah, serta rendahnya kepercayaan diri guru dalam menerapkan metode TaRL.
Di Kecamatan Maniamolo, monitoring dilakukan di TKK Pembina Hiliaurifa, SDN 078443 Bonia, dan SDN 078442 Bawogosali. Tantangan yang dihadapi antara lain keterbatasan alat peraga, ketidakteraturan kehadiran siswa, serta belum terlaksananya pengimbasan metode TaRL.
Enam sekolah dikunjungi di Kecamatan Teluk Dalam. Hasil monitoring menunjukkan bahwa implementasi TaRL bervariasi. Beberapa sekolah seperti MIN 1 Teluk Dalam dan SDN 076728 Bawolowalani sudah mulai menerapkan metode ini dengan dampak positif, sementara sekolah lainnya masih menghadapi kendala dalam menyusun RPP dan asesmen awal siswa.
Di Kecamatan Fanayama, pelaksanaan TaRL terkendala pada jenjang PAUD dan kelas awal SD. Guru mengalami kesulitan dalam pengelolaan kelas serta dalam membedakan waktu bermain dan belajar. Di beberapa sekolah, asesmen awal belum dilakukan atau guru terlatih tidak ditempatkan di kelas rendah.
Di Kecamatan Luahagundre, implementasi metode pengelompokan belajar belum sesuai prinsip dasar TaRL. Salah satu sekolah menghadapi tantangan jumlah siswa yang sangat sedikit, sedangkan di sekolah lain guru yang telah mengikuti pelatihan tidak ditempatkan di kelas yang sesuai.
Monitoring di Kecamatan Mazino dilakukan pada 24 Mei 2025 dengan kunjungan ke SDN 078505 Hiliotalua. Guru di sekolah ini mengalami kesulitan dalam melakukan asesmen awal dan masih menggunakan pendekatan konvensional. Keterbatasan alat bantu ajar menjadi salah satu kendala utama.
Di Kecamatan Toma, monitoring berlangsung selama dua hari dan mencakup lima sekolah. Beberapa sekolah telah menjalankan pembelajaran TaRL dengan dukungan RPP dan media belajar, meski masih ditemukan kendala dalam pemahaman siswa dan akses transportasi menuju lokasi. Hasil monitoring menunjukkan bahwa implementasi TaRL di Nias Selatan masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan fasilitas, kurangnya pemahaman teknis, serta belum optimalnya asesmen awal. Temuan ini akan menjadi dasar untuk perencanaan tindak lanjut program serta peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah.
Penulis: Afnidar Dakhi (Ikatan Guru Indonesia Communication Officer)
Penyunting: Andika Ramadhan (Communication & Media Support)