Skip to content Skip to footer

Memetakan Literasi dan Numerasi untuk Penguatan Pembelajaran di Morotai

KREASI Morotai telah melaksanakan survei literasi dan numerasi pada Mei 2026. Survei ini bertujuan memetakan kemampuan awal peserta didik sekaligus mengidentifikasi aspek serta tingkat kompetensi yang masih memerlukan penguatan dan dukungan lebih lanjut. 

Survei dilaksanakan melalui kerja sama Stimulant Institute dengan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pasifik Morotai pada sekolah-sekolah dampingan program KREASI. Pada tahun 2026, program KREASI menjangkau 40 sekolah di Kecamatan Morotai Selatan, Morotai Selatan Barat, Morotai Timur, Morotai Utara, dan Morotai Jaya. Hasil survei ini diharapkan menjadi dasar dalam menyusun strategi pendampingan yang berbasis bukti. 

Hasil survei kemudian disampaikan dalam kegiatan Lokakarya Diseminasi Hasil Survei Literasi dan Numerasi yang diselenggarakan pada 31 Agustus 2026 di Aula Kantor Bupati Morotai. Kegiatan ini menjadi forum yang mempertemukan pemangku kepentingan pendidikan dan kepala sekolah untuk membahas temuan survei serta langkah tindak lanjutnya. 

Sekretaris Daerah Kabupaten Pulau Morotai, Muhammad Umar Ali, menyambut baik kegiatan ini. Ia menekankan bahwa peningkatan kemampuan literasi dan numerasi merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya guru dan sekolah, tetapi juga pemerintah daerah, orang tua, masyarakat, perguruan tinggi, dunia usaha, serta seluruh pemangku kepentingan pendidikan. 

“Kita tidak boleh merancang program pendidikan hanya berdasarkan asumsi, tetapi kita perlu mengetahui kondisi nyata di lapangan,” kata Muhammad Umar Ali. 

Menurutnya, hasil survei tersebut dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus pijakan untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran di sekolah. 

“Saya berharap hasil survei yang didiseminasikan pada hari ini tidak berhenti sebagai sebuah laporan atau dokumen, tetapi benar-benar dapat diterjemahkan menjadi langkah-langkah konkret,” katanya. 

Sejalan dengan hal tersebut, KREASI mendorong agar temuan survei dapat digunakan untuk menentukan bentuk dukungan dan pendampingan yang relevan bagi sekolah dan peserta didik. 

“Kiranya hasil survei ini tidak hanya diketahui, tetapi juga ada tindak lanjut melalui konsorsium pendidikan,” kata Yeni Djelalu, Program Manager KREASI Morotai, Stimulant Institute. 

Upaya menindaklanjuti hasil survei tersebut juga membutuhkan kolaborasi antara berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan pihak sekolah. Regional Manager KREASI Save the Children, Man Magilan, mengatakan bahwa diseminasi hasil survei menjadi salah satu langkah awal untuk memperkuat kolaborasi tersebut. 

“Bagi kami, diseminasi ini menjadi langkah awal untuk membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah, kepala sekolah, dan guru. Program KREASI memberikan pelatihan kepada Pelatih Utama Daerah dan Fasilitator Daerah. Harapannya, mereka bisa menjadi bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi di sekolah,” kata Man Magilan. 

Diseminasi hasil survei menjadi salah satu langkah untuk mempertemukan temuan berbasis data dengan perspektif para pemangku kepentingan, sekaligus membuka ruang untuk mendorong perbaikan pembelajaran yang lebih terarah di sekolah-sekolah sasaran KREASI. 

_____
KREASI (Kolaborasi untuk Edukasi Anak Indonesia) adalah program peningkatan kualitas pendidikan dengan memperkuat literasi, numerasi, dan pendidikan karakter. KREASI di Pulau Morotai dikelola Save the Children dan diimplementasi oleh Stimulant Institute, dengan pendanaan Global Partnership for Education (GPE) serta dukungan Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai dan Mitra Pendidikan Indonesia yang dipimpin Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan Kementerian Agama (Kemenag).

Penulis: Ayutama Putri Jordy | Editor: Andika Ramadhan| Foto: Ayutama Putri Jordy/KREASI/Stimulant Institute/Save the Children