Skip to content Skip to footer

Belajar, Mencoba, dan Berefleksi: Upaya Guru Memperkuat Literasi di Nias Utara

Program KREASI Nias Utara melaksanakan pendampingan Pengembangan Profesional Guru (Teacher Professional Development/TPD) pada 19–28 Agustus 2026 di 36 sekolah dampingan yang tersebar di enam kecamatan, yaitu Afulu, Lahewa, Lotu, Sitolu Ori, Sawo, dan Tuhemberua. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pelatihan TPD yang sebelumnya diikuti oleh 121 guru kelas 1, 2, dan 3, dengan dukungan 20 fasilitator daerah (fasda). Melalui pendampingan ini, guru mendapatkan kesempatan untuk merefleksikan penerapan strategi pembelajaran literasi di kelas dan mengidentifikasi hal-hal yang masih perlu diperbaiki sesuai kebutuhan murid.

Dalam kunjungan tersebut, guru bersama fasda meninjau kembali pengalaman mengajar melalui Jurnal Belajar Guru. Catatan ini menjadi bahan diskusi untuk melihat strategi yang sudah berjalan baik, tantangan yang dihadapi, serta respons murid selama pembelajaran. Pendampingan juga memperkuat penggunaan asesmen awal untuk memetakan kemampuan membaca murid, mulai dari mengenal huruf, membaca kata dan kalimat, hingga memahami bacaan. Hasil asesmen membantu guru menyesuaikan kegiatan pembelajaran dengan kemampuan dan kebutuhan masing-masing anak.

Dari proses refleksi, guru menemukan bahwa murid menunjukkan antusiasme saat mendengarkan cerita dan aktif menjawab pertanyaan selama kegiatan literasi. Namun, masih terdapat sejumlah tantangan, seperti keterbatasan buku cerita, pojok baca dan lingkungan kelas kaya literasi yang perlu diperkuat, serta murid yang masih membutuhkan pendampingan dalam membaca dasar. Keterlibatan orang tua dalam mendukung kebiasaan membaca anak di rumah juga menjadi salah satu perhatian dalam diskusi bersama fasda.

Menindaklanjuti temuan tersebut, fasda memberikan umpan balik untuk membantu guru mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih sesuai dengan kebutuhan murid. Guru didorong untuk memanfaatkan media pembelajaran lokal, mengembangkan aktivitas literasi yang lebih variatif, serta memperkuat pojok baca di kelas. Hasil refleksi kemudian dituangkan dalam rencana tindak lanjut, termasuk berbagi praktik pembelajaran melalui microteaching atau diskusi bersama rekan guru di tingkat gugus.

Melalui pendampingan TPD yang berkelanjutan, KREASI Nias Utara berupaya memastikan bahwa pengetahuan dari pelatihan dapat diterapkan dan terus dikembangkan dalam pembelajaran sehari-hari. Proses belajar, refleksi, dan perbaikan bersama ini diharapkan dapat membantu guru menghadirkan pembelajaran literasi yang lebih aktif, relevan, dan sesuai dengan perkembangan kemampuan membaca setiap anak.

_____
KREASI (Kolaborasi untuk Edukasi Anak Indonesia) adalah program peningkatan kualitas pendidikan dengan memperkuat literasi, numerasi, dan pendidikan karakter. KREASI di Nias Utara dikelola Save the Children dan diimplementasi oleh Article 33 Indonesia, dengan pendanaan Global Partnership for Education (GPE) serta dukungan Pemerintah Kabupaten Nias Utara dan Mitra Pendidikan Indonesia yang dipimpin Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan Kementerian Agama (Kemenag).

Penulis: Calvin Telaumbanua | Editor: Laras Sabila Putri | Foto: Calvin Telaumbanua/KREASI/Article 33 Indonesia/Save the Children