KREASI Nias Utara mengadakan Lokakarya Aktivasi Forum Pendidikan Daerah pada 31 Juli 2026 di Aula Pendopo Kabupaten Nias Utara.
Melalui lokakarya ini, Forum Pendidikan Daerah Kabupaten Nias Utara resmi terbentuk dan diaktivasi sebagai wadah kolaborasi lintas sektor guna mendorong layanan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.
Kegiatan ini dihadiri oleh 44 peserta yang mewakili unsur Pemerintah Daerah, OPD terkait (Dinas Pendidikan, Bapperida, P3AP2KB, Dinas Perpustakaan dan Arsip), Kantor Kementerian Agama, Dewan Pendidikan, organisasi profesi (IGI, PGRI), organisasi pendidikan (HIMPAUDI, IGTKI), perwakilan kepala sekolah, pengawas SD, organisasi masyarakat (PCNU, PD Muhammadiyah), serta lembaga mitra.
Rangkaian acara diawali dengan sambutan dan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Nias Utara, Bazatulo Zebua. Dalam arahannya, Bazatulo menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin. Ia menekankan bahwa kehadiran forum ini harus mampu menerjemahkan berbagai gagasan menjadi program nyata yang memperkuat literasi, numerasi, serta pembentukan karakter peserta didik di daerah.
“Melalui forum ini, berbagai gagasan dan rekomendasi diharapkan dapat diwujudkan dalam program nyata yang berfokus pada penguatan literasi, numerasi, dan pembentukan karakter peserta didik sebagai fondasi peningkatan mutu pendidikan yang berkelanjutan,” ujar Bazatulo.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Nias Utara berkomitmen untuk terus mendukung berbagai program yang berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan daerah. Kolaborasi antar pemangku kepentingan dinilai penting agar upaya pembangunan pendidikan dapat berjalan secara bertahap, terarah, dan berkesinambungan.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nias Utara, Yamamoni Laoli, mengapresiasi kontribusi berbagai program KREASI terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Nias Utara. Ia berharap praktik baik dan capaian yang dihasilkan KREASI dapat menjadi referensi bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan pendidikan serta mendukung pembangunan sumber daya manusia menuju Generasi Emas Indonesia 2045.
Yamamoni mencontohkan pengalaman SD Onowaembo, salah satu sekolah yang baru bergabung sebagai sasaran intervensi KREASI. Berdasarkan informasi dari Kepala SD Onowaembo, Faaso Zega, sekolah tersebut telah merasakan dampak positif program, khususnya dalam peningkatan kemampuan literasi dan numerasi.
“Dengan adanya gerakan Forum Pendidikan Daerah ini kiranya dapat terus membangun sinergitas antar seluruh pemangku kepentingan yang terlibat demi memajukan, mengembangkan dan meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Nias Utara,” ujar Yamamoni.
Ia juga menyatakan komitmennya untuk terus mendukung keberlangsungan Program KREASI di Kabupaten Nias Utara agar kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan kualitas pendidikan dapat semakin kuat.
Sementara itu, Program Manager KREASI Nias Utara, Yurli A. Zalukhu, menjelaskan bahwa lokakarya ini bertujuan menginisiasi terbentuknya Forum Pendidikan Daerah yang fungsional dan dapat diakui secara formal sebagai wadah koordinasi serta kolaborasi lintas sektor. Forum tersebut diharapkan mampu menyelaraskan berbagai upaya peningkatan mutu pendidikan sekaligus mendorong lahirnya gagasan, inovasi, dan praktik baik yang sesuai dengan kebutuhan daerah.
“Selama KREASI masih ada dan berkarya di Kabupaten Nias Utara, berbagai peluang kolaborasi akan terus dibangun dengan berbagai pemangku kepentingan. Kolaborasi tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan literasi, numerasi, dan penguatan karakter peserta didik, tetapi juga diarahkan untuk melahirkan gagasan, inovasi, dan praktik-praktik baik yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Nias Utara,” ujar Yurli.
Ia menambahkan bahwa berbagai pemikiran, pengalaman, dan rekomendasi yang lahir dari forum diharapkan tidak berhenti pada tataran diskusi, tetapi dapat menjadi masukan konstruktif bagi pengembangan kebijakan dan program pendidikan di Kabupaten Nias Utara.
Kehadiran Sekretaris Daerah bersama sejumlah pimpinan dan perwakilan OPD, Kepala Kantor Kementerian Agama, serta berbagai organisasi profesi pendidikan menunjukkan dukungan terhadap upaya membangun ekosistem pendidikan yang lebih kolaboratif di Nias Utara.
Komitmen tersebut kemudian diwujudkan melalui penandatanganan komitmen bersama yang dilakukan oleh perwakilan Pemerintah Kabupaten Nias Utara, Kantor Kementerian Agama, Dinas Pendidikan, Save the Children, KREASI, serta seluruh peserta. Penandatanganan ini menjadi simbol tanggung jawab bersama untuk memperkuat literasi, numerasi, dan pembentukan karakter peserta didik secara berkelanjutan.
Melalui Forum Pendidikan Daerah, para pemangku kepentingan diharapkan memiliki ruang bersama untuk memperkuat koordinasi, berbagi praktik baik, serta merumuskan gagasan dan rekomendasi yang dapat diterjemahkan menjadi program nyata. Dengan semangat kolaborasi yang terus dibangun, forum ini diharapkan menjadi salah satu penggerak transformasi pendidikan menuju pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan bagi anak-anak di Kabupaten Nias Utara.
_____
KREASI (Kolaborasi untuk Edukasi Anak Indonesia) adalah program peningkatan kualitas pendidikan dengan memperkuat literasi, numerasi, dan pendidikan karakter. KREASI di Nias Utara dikelola Save the Children dan diimplementasi oleh Article 33 Indonesia, dengan pendanaan Global Partnership for Education (GPE) serta dukungan Pemerintah Kabupaten Nias Utara dan Mitra Pendidikan Indonesia yang dipimpin Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan Kementerian Agama (Kemenag).
Penulis: Calvin Telaumbanua | Editor: Andika Ramadhan | Foto: Calvin Telaumbanua/KREASI/Article 33 Indonesia/Save the Children