KREASI Nias Selatan menyelenggarakan kegiatan pelatihan Fasilitator Daerah pada 22-26 Juni 2026. Kegiatanini untuk memperkuat kemampuan dan kapasitas fasilitator untuk mendukung peningkatan literasi, numerasi dan pengembangan diri serta Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN).
Melalui pelatihan ini, para fasilitator daerah diharapkan mampu untuk mengembangkan diri, membagikan pengetahuan dan ketrampilannya kepada kepala sekolah, guru dan mampu melakukan pendampingan kepada sekolah dasar dan madrasah secara aktif, dan efektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran bagi peserta didik maupun dalam rangka memastikan keamanan dan kenyamanan murid dilingkungan sekolah.
Dalam pembukaan kegiatan pelatihan tersebut, Regional Manager KREASI Sumatera Utara Save the Children, Mohamad Yagi menyampaikan harapan agar implementasi program memberikan manfaat yang lebih besar kepada masyarakat, dan para fasilitator terus solid, berdaya guna dan berkontribusi dalam mewujudkan sekolah yang aman dan nyaman melalui pendekatan kolaboratif, terintegrasi dalam pelaksanaan program.
Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nias Selatan, Nurhayati Telaumbanua yang mengapresiasi adanya Program KREASI dan berharap seluruh peserta dalam hal ini fasilitator mengikuti dengan sungguh-sungguh sehingga nantinya mampu mentransfer pengetahuan dan ketrampilan yang diperoleh untuk pendampingan kepada seluruh sekolah utamanya sekolah mitra dan ditegaskan juga supaya mengikuti semua pembelajaran dengan baik dan penuh tanggungjawab untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi anak-anak didik.
Narasumber Chairi dan Filiria Laowo menyampaikan materi dengan berbagai strategi literasi dasar, pendidikan inklusif yang dapat membantu Fasilitator Daerah untuk mendorong terciptanya proses belajar yang lebih baik, aktif, dan ramah anak.
Materi pembelajaran yang diterima oleh Fasda diantaranya: Pelatihan Untuk Mewujudkan Sekolah Aman dan Nyaman, Kebijakan Nasional Budaya Sekolah Aman dan Nyaman, Kekerasan Pada Anak dan GEDSI, Mekanisme Perlindungan Anak di Sekolah, Sistem Deteksi dan Pelaporan Ramah Anak, Pemetaan Resiko Kekerasan di Sekolah, Microteaching, Dokumentasi dan Etika Informasi (Data Protection), Integrasi Rencana Aksi Sekolah Aman (RAS) dalam Rencana Kerja dan Anggaran Sekolah (RKAS) serta Kesenjangan Partisipasi Anak.
Peserta pelatihan selain menerima materi diatas juga aktif dan semangat mengikuti diskusi, kerja kelompok, refleksi, dan simulasi mandiri atau microteaching dalam suasana belajar yang menyenangkan, penuh kekompakan dan inspiratif. Melalui implementasi praktek seperti ini, maka fasda mampu berlatih memahami dan menerapkan pengetahuan dan ketrampilan memfasilitasi sebelum melakukan pendampingan langsung kepada guru-guru dan sekolah.
Melalui pelatihan ini peserta diharapkan mampu untuk memahami pentingnya metode pengajaran yang disesuaikan dengan usia dan perkembangan anak, dapat menciptakan suasana kelas yang aman dan nyaman dan mampu membimbing guru-guru dan murid secara bertahap dalam memahami literasi Dasar dan Numerasi serta merupakan langkah awal dalam memperkuat kolaborasi dan gerakan bersama untuk membawa perubahan yang positif bagi peserta dan Fasilitator Daerah.
_____
KREASI (Kolaborasi untuk Edukasi Anak Indonesia) adalah program peningkatan kualitas pendidikan dengan memperkuat literasi, numerasi, dan pendidikan karakter. KREASI di Nias Selatan dikelola dan diimplementasi langsung oleh Save the Children, dengan pendanaan Global Partnership for Education (GPE) serta dukungan Pemerintah Kabupaten Nias Selatan dan Mitra Pendidikan Indonesia yang dipimpin Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan Kementerian Agama (Kemenag).
Penulis: Michael Duha | Editor: Andika Ramadhan | Foto: Michael Duha/KREASI/Save the Children