KREASI berpartisipasi dalam Festival dan Expo Gerakan Literasi Madrasah (GALATAMA) II dengan menghadirkan stan edukasi yang menampilkan praktik baik serta karya literasi anak-anak dari Pulau Morotai. Stan tersebut dihadirkan KREASI Morotai yang diimplementasikan oleh Stimulant Institute pada Expo Galatama di halaman MTs Negeri 1 Kota Ternate, 8 Juli 2026.
Di antara berbagai materi yang ditampilkan, deretan buku cerita yang ditulis oleh anak-anak Pulau Morotai menarik perhatian para pengunjung. Kehadiran stan KREASI menjadi ruang untuk memperkenalkan hasil pembelajaran anak sekaligus berbagi pengalaman mengenai upaya penguatan literasi di sekolah-sekolah dampingan.
Galatama merupakan festival tahunan yang diselenggarakan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara sebagai wadah ekspresi, kompetisi, dan apresiasi bakat siswa-siswi madrasah. Galatama II berlangsung pada 6–8 Juli 2026 di Kota Ternate dengan mengangkat berbagai bidang, mulai dari agama, bahasa, numerasi, hingga tarian budaya.
Salah satu kunjungan yang berkesan di stan KREASI datang dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Halmahera Tengah, Hasyim Hi. Hamzah. Hasyim, yang akrab disapa Acim dan pernah mengabdi di Pulau Morotai, mengaku terkejut sekaligus bangga melihat buku-buku karya anak Morotai.
“Morotai banyak berubah. Jujur, saya kaget, bangga, dan haru. Anak-anak Morotai bisa menghasilkan tulisan yang bagus seperti ini. Sebagai orang yang pernah mengabdi di Morotai, belum ada cerita seperti ini, apalagi dalam bidang pendidikan,” kata Hasyim.
Ia menyampaikan bahwa selama menjabat sebagai Kepala Kantor Kemenag di Pulau Morotai, dirinya belum menemukan buku-buku karya anak seperti yang dipamerkan di stan KREASI. Perubahan yang ia lihat setelah dua tahun meninggalkan Morotai mendorongnya untuk mencari tahu lebih jauh mengenai KREASI.
“Saya ingin mendapatkan program ini. Bagaimana caranya? Apakah saya harus bersurat resmi kepada kementerian? Saya yakin Bupati Halmahera Tengah akan sangat senang jika program ini masuk ke wilayah kami. Apalagi wilayah kami merupakan wilayah tambang, anak-anak perlu dijangkau,” ujarnya.
Permintaan tersebut beberapa kali disampaikan Hasyim kepada KREASI. Kunjungan itu menunjukkan bagaimana karya anak yang dipamerkan dalam ruang publik dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan praktik baik sekaligus membuka peluang kolaborasi bagi peningkatan kualitas pendidikan di daerah lain.
Di Pulau Morotai, KREASI dikelola oleh Save the Children dan diimplementasikan oleh Stimulant Institute. Program ini berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan melalui penguatan literasi, numerasi, dan pendidikan karakter, termasuk dengan memperkuat kapasitas guru, kepala sekolah, dan ekosistem pendidikan daerah.
Salah satu sekolah dampingan KREASI sejak 2025 adalah MIN 2 Pulau Morotai. Dalam Galatama II, sekolah tersebut meraih Juara I Pidato Bahasa Inggris, Juara I Pidato Bahasa Arab, dan Juara I Hifdzil Qur’an. Pulau Morotai juga memperoleh predikat Agen Literasi Terbaik sebagai bentuk apresiasi terhadap penguatan gerakan literasi di daerah tersebut.
Galatama II dibuka oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar, di Lapangan Ngara Lamo, Kota Ternate, pada 6 Juli 2026. Pembukaan ditandai dengan prosesi adat dan pemecahan Rekor Muri melalui penulisan 3.519 puisi anafora bertema ekoteologi oleh guru dan siswa.
Dalam sambutannya, Menteri Agama menekankan bahwa literasi merupakan fondasi untuk membangun ekosistem pendidikan yang religius, kritis, dan berdaya saing global. Ia juga mengapresiasi Galatama sebagai gagasan yang lahir dari Maluku Utara untuk menjembatani tantangan geografis kepulauan serta mendorong agar kegiatan tersebut terus berlanjut dan berkembang menjadi gerakan literasi berskala nasional.
Rangkaian kegiatan Galatama II melibatkan 3.519 peserta dalam Gerakan Literasi Massal, 197 siswa pada kompetisi tingkat Kota Ternate, serta 51 siswa terbaik dari berbagai daerah yang tampil pada babak final tingkat Provinsi Maluku Utara.
Festival ditutup melalui Expo Galatama II yang menghadirkan 20 stan dari satuan pendidikan, organisasi masyarakat, dan pelaku UMKM. Melalui partisipasi tersebut,
KREASI tidak hanya memperkenalkan karya dan praktik literasi anak-anak Morotai, tetapi juga membuka ruang pertukaran pengalaman serta kolaborasi untuk memperluas manfaat pendidikan berkualitas bagi lebih banyak anak.
_____
KREASI (Kolaborasi untuk Edukasi Anak Indonesia) adalah program peningkatan kualitas pendidikan dengan memperkuat literasi, numerasi, dan pendidikan karakter. KREASI di Pulau Morotai dikelola Save the Children dan diimplementasi oleh Stimulant Institute, dengan pendanaan Global Partnership for Education (GPE) serta dukungan Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai dan Mitra Pendidikan Indonesia yang dipimpin Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan Kementerian Agama (Kemenag).
Penulis: Ayutama Putri Jordy | Editor:Andika Ramadhan | Foto: Ayutama Putri Jordy/KREASI/Stimulant Institute/Save the Children