Skip to content Skip to footer

Kisah Ulfa: Dari Belum Percaya Diri Menjadi Pelatih Guru

Berbagi praktik pembelajaran kepada rekan sejawat bukanlah hal yang mudah bagi Ulfa. Saat terpilih sebagai Master Teacher Literasi KREASI Morotai pada 2025, ia mengaku belum percaya diri untuk menjalankan peran tersebut. Sebagai Master Teacher Literasi, Ulfa mengikuti pelatihan sekaligus mengimbaskan praktik pembelajaran yang diperolehnya kepada guru-guru di sekolah dampingan KREASI Morotai.

Meskipun belum percaya diri, Ulfa tetap menjalankan peran tersebut. Seiring berjalannya waktu, berbagai proses belajar yang dijalaninya membantunya mengembangkan kepercayaan diri sekaligus memperluas pemahamannya tentang pembelajaran. Selama berproses bersama KREASI Morotai, cara pandangnya terhadap pembelajaran pun berubah.

“Ternyata mengajar itu tidak hanya menyiapkan dokumen kerja, tetapi bagaimana mencapai tujuan dari apa yang sudah kita rencanakan demi mencetak generasi penerus bangsa,” kata Ulfa.

Pemahaman tersebut mendorongnya untuk mulai menerapkan berbagai pendekatan pembelajaran di kelas. Salah satunya melalui klub literasi dan numerasi (catch-up club) yang menggabungkan kegiatan belajar dan bermain. Menurut Ulfa, pendekatan tersebut membantu peserta didik lebih mudah memahami materi. Ia juga melihat kemampuan literasi peserta didik semakin berkembang.

Pengalaman menerapkan praktik pembelajaran secara langsung menjadi bekal berharga saat ia mengimbaskan pengetahuan kepada guru-guru lain. Ulfa tidak hanya berbagi materi yang diperoleh dari pelatihan, tetapi juga pengalaman menerapkannya di kelas.

Perubahan juga terlihat di lingkungan sekolah. Berkat komitmen bersama kepala sekolah dan para guru, komunitas belajar yang sempat tidak aktif kini kembali berjalan secara rutin setiap hari Sabtu. Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi para guru untuk berdiskusi, berbagi pengalaman, dan saling belajar tentang praktik pembelajaran di kelas.

Bagi Ulfa, forum tersebut menjadi ruang untuk terus belajar bersama rekan sejawat sekaligus mengasah kemampuannya dalam berbagi praktik pembelajaran. Melalui proses tersebut, ia semakin terbiasa memfasilitasi diskusi dan berbagi pengalaman dengan guru lain.

Perjalanan belajar Ulfa terus berlanjut. Pada 2026, ia kembali mengikuti proses seleksi dan terpilih sebagai Pelatih Utama Daerah Guru. Berbekal pengalaman sebagai Master Teacher Literasi, kini ia membekali fasilitator daerah yang akan mendampingi sekolah-sekolah dampingan KREASI Morotai. Melalui pelatihan tersebut, Ulfa juga memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang fasilitasi dan asesmen pembelajaran.

Bagi Ulfa, setiap kesempatan belajar membuka ruang untuk terus berkembang dan berbagi dengan guru lain. Ia berharap semakin banyak guru terus mengembangkan kapasitas diri dan menghadirkan pembelajaran yang bermakna bagi setiap anak.

“Mari bersama-sama memperbaiki kualitas pendidikan kita,” tutupnya.

_____
KREASI (Kolaborasi untuk Edukasi Anak Indonesia) adalah program peningkatan kualitas pendidikan dengan memperkuat literasi, numerasi, dan pendidikan karakter. KREASI di Pulau Morotai dikelola Save the Children dan diimplementasi oleh Stimulant Institute, dengan pendanaan Global Partnership for Education (GPE) serta dukungan Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai dan Mitra Pendidikan Indonesia yang dipimpin Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan Kementerian Agama (Kemenag).

Penulis: Ayutama Putri Jordy | Editor: Andika Ramadhan | Foto: Ayutama Putri Jordy/KREASI/Stimulant Institute/Save the Children