Skip to content Skip to footer

Cerita Dorfen: Membangun Sekolah yang Lebih Baik Melalui Kepemimpinan yang Terus Berkembang

Sejak 2021, Dorfen telah menjabat sebagai kepala sekolah di tiga sekolah yang berbeda secara bergantian. Pada 2025, ia mulai bertugas di sekolah yang kini menjadi sekolah dampingan KREASI Morotai. Selama perjalanan kariernya, ia belum pernah mengikuti pelatihan kepala sekolah hingga tahun 2026 saat sekolahnya mulai mendapatkan pendampingan dari KREASI Morotai.

“Selama ini saya belum pernah terpikir tentang pemimpin yang terus berkembang. Pelatihan ini membuat saya melihat hal itu dengan cara yang berbeda,” kata Dorfen.

Di sekolah yang saat ini ia pimpin, Dorfen telah membangun berbagai praktik pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter peserta didik. Ia meyakini bahwa proses belajar dimulai sejak siswa memasuki lingkungan sekolah, bukan hanya di dalam kelas.

Siswa dibiasakan menjaga kebersihan lingkungan dan membuang sampah pada tempatnya ketika ditemukan di area sekolah. Selain itu, Dorfen juga melakukan supervisi pembelajaran di kelas untuk melihat langsung proses belajar mengajar, respon siswa, serta pendekatan yang digunakan guru. Kedua praktik ini menjadi bagian dari upayanya menjaga kualitas pembelajaran di sekolah.

Melalui pelatihan KREASI Morotai, Dorfen semakin menyadari bahwa kepemimpinan sekolah merupakan proses yang terus berkembang dan membutuhkan ruang belajar berkelanjutan agar praktik yang sudah berjalan dapat lebih terarah. Ia juga menyadari bahwa peningkatan kualitas sekolah tidak hanya bergantung pada kepala sekolah, tetapi juga pada penguatan kapasitas guru sebagai bagian penting dalam proses pembelajaran. Ia kemudian berkomitmen untuk mendorong para guru di sekolahnya mengikuti pelatihan KREASI sebagai bagian dari upaya memperkuat pembelajaran secara berkelanjutan di sekolah.

“Saya sangat berterima kasih karena KREASI hadir dan memberikan pelatihan kepada kami. Saya mendapat banyak pengetahuan baru yang sangat bermanfaat untuk pengembangan sekolah,” tuturnya.

Dengan perspektif tersebut, Dorfen berkomitmen untuk memperkuat praktik yang telah berjalan di sekolah sekaligus membuka ruang pembelajaran bagi dirinya dan para guru. Ia percaya bahwa sekolah yang lebih baik tumbuh dari kepemimpinan yang terus berkembang dan kemauan untuk belajar bersama seluruh warga sekolah.

_____
KREASI (Kolaborasi untuk Edukasi Anak Indonesia) adalah program peningkatan kualitas pendidikan dengan memperkuat literasi, numerasi, dan pendidikan karakter. KREASI di Pulau Morotai dikelola Save the Children dan diimplementasi oleh Stimulant Institute, dengan pendanaan Global Partnership for Education (GPE) serta dukungan Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai dan Mitra Pendidikan Indonesia yang dipimpin Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan Kementerian Agama (Kemenag).

Penulis: Ayutama Putri Jordy | Editor: Andika Ramadhan | Foto: Ayutama Putri Jordy/KREASI/Stimulant Institute/Save the Children