Pembelajaran literasi dan numerasi masih menjadi tantangan bagi para guru di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung. Di tengah tuntutan peningkatan kualitas pendidikan dasar, kemampuan membaca, menulis, dan berhitung merupakan fondasi penting yang perlu dikuasai murid sejak usia dini. Menjawab urgensi tersebut, KREASI Pesisir Barat menginisiasi pelatihan bertajuk “Pembelajaran Literasi dan Numerasi dengan Pendekatan Diferensiasi yang Menyenangkan” pada 19–30 Januari 2026.
Kegiatan ini melibatkan 23 satuan pendidikan dampingan KREASI jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI), dengan partisipasi lebih dari 200 guru. Pelatihan bertujuan memperkuat pemahaman sekaligus keterampilan praktis guru agar mampu menghadirkan pembelajaran literasi dan numerasi yang lebih kontekstual, inklusif, dan menyenangkan, baik di dalam kelas maupun di lingkungan sekolah.
Salah satu peserta, Wahid, merasakan langsung manfaat pelatihan tersebut, khususnya dalam pembelajaran numerasi. Menurutnya, matematika selama ini kerap menjadi momok bagi siswa. “Begitu mendengar kata matematika, anak-anak sudah lebih dulu enggan,” ujarnya.
Melalui pelatihan ini, Wahid memperoleh perspektif baru bahwa kesulitan belajar tidak semata-mata dipengaruhi oleh kemampuan siswa, tetapi juga oleh pendekatan pembelajaran yang belum sepenuhnya selaras dengan kebutuhan mereka. Ia pun terdorong untuk lebih berani memanfaatkan benda-benda konkret sebagai alat bantu agar konsep numerasi lebih mudah dipahami.
Selain memperkaya pengetahuan, peserta juga diajak menyusun rencana tindak lanjut untuk diterapkan di sekolah masing-masing. Salah satu sekolah dasar negeri di Krui menjadi sekolah yang segera menindaklanjuti hasil pelatihan melalui kesepakatan bersama antarguru.
Pasca pelatihan, para guru di sekolah tersebut mulai menghadirkan pojok baca di setiap ruang kelas. Mereka merancang model pemanfaatannya yang mencakup literasi berbasis lingkungan fisik, pengelolaan mandiri oleh siswa, serta integrasi ke dalam kurikulum pembelajaran. Beragam aktivitas dirancang, mulai dari membaca 15 menit, bercerita, play-based learning, klub buku kecil, hingga rotasi buku antarkelas.
Melalui pelatihan ini, KREASI Pesisir Barat berharap kapasitas guru semakin kuat dan perubahan nyata tumbuh di ruang-ruang kelas—menghadirkan pembelajaran yang sederhana, relevan, dan berpihak pada kebutuhan anak.
_____
Program KREASI atau Kolaborasi untuk Edukasi Anak Indonesia didanai oleh Global Partnership for Education, dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, dan Kementerian Agama. KREASI Pesisir Barat dijalankan oleh Save the Children bersama Yayasan Guru Belajar dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat. KREASI bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dengan memperkuat pengajaran, pembelajaran, dan pengembangan siswa.
_____
Penulis: Michelle Gabriela | Editor: Nabila Aulia | Foto: Michelle Gabriela/KREASI/Yayasan Guru Belajar/Save the Children