Skip to content Skip to footer

Kunjungan dan Pemantauan KREASI di 4 Provinsi

Tim KREASI Save the Children melaksanakan serangkaian kunjungan ke sekolah dan lokakarya bersama pemerintah daerah di delapan kabupaten di empat provinsi intervensi program KREASI. Kegiatan ini bertujuan untuk memantau pelaksanaan program tahun pertama serta memperkuat kolaborasi dengan para pemangku kepentingan daerah untuk mempersiapkan implementasi KREASI tahun kedua.

Sumatera Utara

Tim kunjungan yang terdiri dari KREASI Interim Head of Program, Laurel Maclaren; KREASI Regional Manager Sumatra, Man Magilan; dan KREASI Advocacy and Campaign Support, Henry Gabriel.

Pemantauan dilakukan bersama perwakilan Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Utara, BBGTK Sumut, pemerintah daerah, serta dinas pendidikan setempat.

Di Nias Selatan, kunjungan dilaksanakan pada 25 Februari 2026 di madrasah ibtidaiyah (MI) dan sekolah dasar (SD). Sementara di Nias Utara, tim mengunjungi SD dan MI pada 28 Februari. Kunjungan ini bertujuan untuk menilai dampak intervensi KREASI pada sekolah yang bergabung pada 2025 sekaligus memastikan kesiapan sekolah yang akan mengikuti program pada 2026.

Selama kunjungan, kegiatan Catch-Up Club (CuC) terlihat sebagai salah satu komponen program yang paling dirasakan manfaatnya oleh sekolah. Para guru menyampaikan bahwa pendekatan belajar melalui permainan yang diterapkan dalam kegiatan tersebut membantu siswa menunjukkan kemajuan yang lebih cepat dalam keterampilan literasi dasar, terutama dalam mengenal huruf dan membaca kata.

Guru juga mulai menerapkan metode tersebut dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Beberapa guru memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di lingkungan sekitar untuk mendukung pembelajaran, khususnya pada pelajaran matematika. Di beberapa sekolah, kegiatan pembelajaran juga mulai dikombinasikan dengan aktivitas luar kelas seperti kunjungan lapangan.

Namun demikian, kunjungan ini juga mengungkap sejumlah tantangan. Salah satunya adalah keberlanjutan kegiatan Catch-Up Club. Dengan keterbatasan anggaran sekolah, para pemangku kepentingan menilai perlu ada upaya untuk menekan biaya sekaligus mendorong dukungan anggaran dari pemerintah daerah.

Selain itu, dukungan orang tua terhadap partisipasi anak dalam kegiatan Catch-Up Club juga masih tergolong rendah.

Selain kunjungan sekolah, KREASI juga menyelenggarakan lokakarya bersama pemerintah daerah untuk membahas perkembangan program dan memperkuat koordinasi. Lokakarya di Nias Selatan dilaksanakan pada 25 Februari 2026 di Aula Kantor Bapperida, sedangkan di Nias Utara berlangsung pada 27 Februari 2026 di Aula Kantor Bupati.

Pemerintah daerah di kedua kabupaten menyampaikan harapan agar kolaborasi dengan KREASI dapat terus diperkuat untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan. Mereka juga menekankan pentingnya pemilihan guru yang memiliki komitmen tinggi untuk menjadi fasilitator atau pelatih di tingkat kabupaten.

Meskipun demikian, pemerintah daerah juga menyampaikan adanya keterbatasan ruang fiskal akibat penurunan transfer anggaran dan terbatasnya dana operasional daerah. Di sisi lain, kebutuhan sekolah terhadap infrastruktur dan bahan pembelajaran masih cukup besar.

Melalui kunjungan dan diskusi ini, KREASI bersama para mitra dan pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kerja sama dalam mendukung peningkatan kualitas pembelajaran bagi anak-anak di Nias Selatan dan Nias Utara.

Lampung

Tim Save the Children yang melakukan kunjungan ke Lampung yakni, KREASI Deputy Chief of Party, Imelda Usnadibrata; KREASI Regional Manager – Sumatra, Man Magilan; dan KREASI Innovation and Ecosystem Partnership Manager, Agustinus Mau Tukan.

Rangkaian kegiatan diawali pada 2 Maret 2026 dengan rapat koordinasi bersama mitra pelaksana lokal (MPL) LP Ma’arif NU di Kabupaten Tanggamus. Pertemuan ini menjadi ruang diskusi untuk meninjau perkembangan implementasi program, memperkuat koordinasi pelaksanaan kegiatan di lapangan, serta membahas rencana penguatan program ke depan.

Keesokan harinya, pada 3 Maret 2026, tim KREASI bersama Wakil Bupati Tanggamus melakukan kunjungan ke beberapa sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah di wilayah tersebut. Kunjungan ini bertujuan untuk melihat secara langsung praktik pembelajaran di sekolah serta mendengarkan pengalaman guru dan kepala sekolah dalam menjalankan berbagai kegiatan yang didukung oleh program KREASI.

Dalam kesempatan tersebut, para guru berbagi pengalaman mengenai penerapan metode pembelajaran yang lebih aktif dan berpusat pada murid, terutama dalam pembelajaran literasi dan numerasi. Kunjungan ini juga menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah untuk melihat secara langsung dampak awal program di tingkat satuan pendidikan.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan di Kabupaten Pesisir Barat. Pada 5 Maret 2026, tim KREASI mengadakan rapat koordinasi bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pesisir Barat. Pertemuan ini membahas sinergi antara program KREASI dan prioritas pembangunan daerah, serta peluang integrasi program dalam perencanaan pembangunan pendidikan di tingkat kabupaten.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, pada 6 Maret 2026 diselenggarakan Lokakarya Refleksi Program KREASI di Kabupaten Pesisir Barat. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan daerah, termasuk perangkat pemerintah daerah, dinas terkait, satuan pendidikan, serta mitra pelaksana program. Lokakarya tersebut juga dihadiri oleh Ketua TP PKK sekaligus istri Bupati Pesisir Barat yang turut memberikan dukungan terhadap upaya peningkatan kualitas pendidikan di daerah.

Lokakarya ini menjadi forum refleksi bersama untuk membahas perkembangan program, berbagi pembelajaran dari implementasi di lapangan, serta memperkuat komitmen kolaborasi antara pemerintah daerah, sekolah, dan mitra pembangunan.

Kalimantan Barat

Kunjungan Save the Children ke Kalimantan Barat dipimpin oleh KREASI Chief of Party, Alifah Sri Lestari; KREASI Head of Finance, Ida Nurtam; dan KREASI Regional Manager – Kalimantan & Maluku, Silverius Tasman.

Kegiatan diawali pada 3 Maret 2026 dengan rapat koordinasi bersama Pemerintah Kabupaten Ketapang. Pertemuan ini menjadi forum diskusi untuk memperkuat sinergi antara program KREASI dan pemerintah daerah, sekaligus membahas dukungan kebijakan serta langkah-langkah kolaboratif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.

Pada 4 Maret 2026, tim KREASI melanjutkan kegiatan dengan kunjungan ke beberapa sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI) di Kabupaten Ketapang. Kunjungan ini bertujuan untuk melihat secara langsung praktik pembelajaran di kelas serta berdialog dengan kepala sekolah dan guru mengenai pelaksanaan kegiatan yang didukung oleh program KREASI, khususnya dalam penguatan literasi dan numerasi.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan di Kabupaten Kayong Utara. Pada 5 Maret 2026, Program KREASI menyelenggarakan Lokakarya Refleksi Program yang dihadiri oleh Bupati Kayong Utara bersama para pemangku kepentingan daerah. Lokakarya ini menjadi ruang refleksi bersama untuk membahas perkembangan implementasi program, berbagi pembelajaran dari pengalaman di lapangan, serta menyusun langkah penguatan program ke depan.

Masih pada hari yang sama, tim KREASI juga melakukan rapat koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kayong Utara untuk memperkuat dukungan dan integrasi program dengan kebijakan pembangunan pendidikan di tingkat daerah.

Kegiatan ditutup pada 6 Maret 2026 dengan kunjungan ke sejumlah sekolah di Kabupaten Kayong Utara. Dalam kunjungan ini, tim berdialog dengan guru dan kepala sekolah untuk melihat praktik pembelajaran di kelas serta mendengar langsung pengalaman mereka dalam mengembangkan metode pembelajaran yang lebih aktif dan berpusat pada murid.

Melalui rangkaian kunjungan, koordinasi, dan lokakarya refleksi ini, Program KREASI bersama pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan yang inklusif, aman, dan berorientasi pada kebutuhan anak. Kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan program serta mendorong sinergi yang lebih kuat antara program KREASI dan kebijakan pendidikan di tingkat daerah.

Maluku Utara

Tim kunjungan terdiri dari KREASI Head of Operation, David Wala; KREASI Regional Manager Kalimantan Barat-Maluku Utara, Silverius Tasman; dan KREASI Child Protection Lead, Ahmad Firdaus.

Rangkaian kegiatan diawali pada 24 Februari 2026 dengan rapat koordinasi bersama Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara serta pertemuan dengan mitra pelaksana lokal, Wahana Visi Indonesia (WVI). Pertemuan ini membahas perkembangan implementasi program di daerah serta memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah, mitra pelaksana, dan tim program dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan.

Pada 25 Februari 2026, tim juga melakukan kunjungan lapangan ke beberapa sekolah untuk melihat secara langsung praktik pembelajaran di tingkat satuan pendidikan.

Hasil kunjungan menunjukkan adanya perkembangan positif dalam pembelajaran literasi dan numerasi di beberapa sekolah. Di salah satu SD misalnya, sebagian besar siswa kelas rendah telah menunjukkan kemajuan dalam kemampuan membaca. Guru juga mulai menerapkan pendekatan pembelajaran yang lebih aktif melalui permainan dan kegiatan interaktif di kelas.

Namun demikian, kunjungan lapangan juga mengidentifikasi sejumlah tantangan. Di beberapa sekolah, banyak siswa sudah mampu membaca secara teknis tetapi belum sepenuhnya memahami isi bacaan. Selain itu, pemanfaatan data pendidikan seperti Rapor Pendidikan dari ANBK masih belum secara optimal digunakan oleh kepala sekolah dan guru sebagai dasar perencanaan pembelajaran.

Pada 26 Februari 2026, kegiatan dilanjutkan dengan pertemuan bersama Wakil Gubernur Maluku Utara. Tim KREASI melaporkan berbagai pencapaian program selama setahun terakhir, sekaligus rencana tahun kedua.

Kemudian dilanjutkan dengan Lokakarya Capaian Program KREASI Tahun 1 dan Rencana Implementasi Tahun 2 di Kabupaten Halmahera Utara. Lokakarya ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, Bappeda, Dinas Pendidikan, Kantor Kementerian Agama, BPMP, BGTK, DP3A, serta mitra pelaksana program.

Lokakarya ini menjadi forum refleksi bersama untuk meninjau capaian program pada tahun pertama sekaligus menyelaraskan rencana penguatan implementasi pada tahun kedua. Dalam diskusi, para peserta menyoroti pentingnya peningkatan kualitas pembelajaran literasi dan numerasi, pemanfaatan data pendidikan dalam pengambilan keputusan, serta penguatan sistem perlindungan anak di lingkungan sekolah.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan di Kabupaten Pulau Morotai. Pada 3 Maret 2026, Program KREASI menyelenggarakan lokakarya refleksi program yang dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Pulau Morotai bersama berbagai pemangku kepentingan daerah. Kegiatan ini menjadi ruang diskusi untuk berbagi pembelajaran dari implementasi program serta memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, sekolah, dan mitra pembangunan.

Melalui rangkaian kunjungan dan lokakarya ini, Program KREASI bersama pemerintah daerah dan para mitra menegaskan komitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan yang inklusif, aman, dan berorientasi pada kebutuhan anak di Provinsi Maluku Utara.