Skip to content Skip to footer

Cerita Umian dari Morotai, dan Usaha Meningkatkan Literasi dan Numerasi di Sekolah

Sebagai guru kelas 2, sebelum mendapatkan pelatihan dari KREASI Morotai mengenai klub literasi dan numerasi (catch-up club), Umian masih menggunakan cara mengajar yang sederhana. Ia lebih sering menulis di papan tulis dan meminta anak-anak menyalin atau membaca tulisan tersebut. Cara ini memang membantu mereka belajar, tetapi Umian merasa pembelajaran menjadi kurang menarik bagi sebagian anak.

Sebelum adanya klub literasi dan numerasi di sekolah, Umian sebenarnya sudah mencoba membuat beberapa media belajar sederhana. Namun, penggunaan media tersebut masih terbatas dan belum terlalu bervariasi.

Setelah mengikuti pelatihan mentor klub literasi dan numerasi yang diberikan oleh KREASI Morotai, cara Umian mengajar perlahan berubah. Klub literasi dan numerasi sendiri merupakan kegiatan belajar tambahan yang ditujukan untuk membantu anak-anak yang masih mengalami kesulitan dalam membaca, menulis, dan berhitung.

Kehadiran klub ini mendorong Umian untuk lebih sering menggunakan media dan alat peraga dalam pembelajaran.

“Sejak menjadi mentor klub literasi dan numerasi, saya menjadi lebih kreatif dalam membuat berbagai media ajar sehingga anak-anak tidak hanya belajar melalui tulisan di papan tulis, tetapi juga melalui aktivitas yang lebih interaktif,” kata Umian.

Dalam kegiatan literasi di klub tersebut, anak-anak yang masih mengalami kesulitan belajar diajarkan mulai dari pengenalan huruf. Umian membuat media dari karton yang dipotong menjadi lingkaran-lingkaran kecil. Pada setiap potongan karton tersebut ia menuliskan huruf alfabet, baik huruf besar maupun huruf kecil. Setiap huruf dibuat secara terpisah agar anak-anak dapat memegang dan menyusunnya sendiri.

Melalui kegiatan ini, anak-anak tampak lebih antusias belajar mengenal huruf. Mereka dapat mengambil kartu huruf, menyusunnya, dan mencoba membaca bersama.

“Dengan media ajar pengenalan huruf, anak-anak menjadi lebih antusias belajar dan lebih mudah mengenal huruf. Meskipun demikian, kegiatan ini tetap perlu dilakukan secara berulang agar anak-anak tidak hanya menghafal urutan huruf, tetapi benar-benar memahami huruf dari A sampai Z, baik pelafalan maupun bentuknya,” kata Umian.

Dalam pembelajaran literasi, Umian juga menggunakan gambar yang dicetak dari internet dan ditempel pada karton. Misalnya gambar ayam. Dari gambar tersebut, ia mengajak anak-anak mencari huruf dan menyusunnya menjadi kata “ayam” menggunakan kartu huruf yang telah dibuat.

Kegiatan ini kemudian dikaitkan dengan pembelajaran numerasi. Setelah anak berhasil menyusun kata “ayam”, ia bertanya kepada mereka, “Ayam memiliki berapa kaki?” Ketika anak menjawab dua, Umian melanjutkan dengan pertanyaan lain, seperti huruf apa saja yang membentuk kata “dua”.

“Untuk mengenalkan angka, saya juga menggunakan benda-benda yang ada di sekitar. Misalnya, bentuk angka satu saya kaitkan dengan spidol karena bentuknya mirip, sedangkan angka dua saya samakan dengan bentuk bebek. Pendekatan sederhana ini membantu anak-anak lebih mudah memahami bentuk angka sekaligus cara mengucapkannya,” kata Umian.

Selain itu, Umian juga menggunakan berbagai benda sederhana seperti penutup botol, batu, kelereng, dan sedotan sebagai alat bantu berhitung. Dengan benda-benda tersebut, anak-anak dapat langsung memegang dan menghitung sendiri sehingga proses pembelajaran terasa lebih hidup.

Melalui berbagai kegiatan sederhana tersebut, Umian melihat perubahan pada anak-anak di kelasnya. Mereka menjadi lebih aktif, lebih berani mencoba, dan terlihat lebih menikmati proses belajar. Pengalaman ini menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran yang sederhana pun dapat membantu meningkatkan literasi dan numerasi anak-anak.

_____
Program KREASI atau Kolaborasi untuk Edukasi Anak Indonesia didanai oleh Global Partnership for Education, dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, dan Kementerian Agama. KREASI dijalankan oleh Save the Children bersama Stimulant Institute dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai. KREASI bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Pulau Morotai dengan memperkuat pengajaran, pembelajaran, dan pengembangan siswa.
_____
Penulis: Ayutama Putri Jordy | Editor: Andika Ramadhan | Foto: Ayutama Putri Jordy/KREASI/Stimulant Institute/Save the Children