Sebanyak 27 guru pendamping Program Catch-Up Club (CuC) dari tiga kecamatan wilayah program, yaitu Kecamatan Lotu, Kecamatan Lahewa, dan Kecamatan Afulu, mengikuti kegiatan refleksi, coaching, dan mentoring putaran ketiga yang dilaksanakan pada 28-29 Januari 2026 di Kabupaten Nias Utara. Kegiatan yang diinisiasi Program KREASI Nias Utara ini bertujuan mengevaluasi capaian pembelajaran siswa sekaligus memperkuat strategi pendampingan literasi pada putaran berikutnya.
Refleksi bagi guru pendamping dari Kecamatan Lahewa dan Kecamatan Afulu digelar pada Rabu, 28 Januari 2026 dan dihadiri oleh 15 guru. Sementara itu, refleksi bagi guru pendamping Kecamatan Lotu dilaksanakan pada Kamis, 29 Januari 2026 dengan dihadiri 12 guru pendamping. Kegiatan ini menjadi ruang bersama bagi guru untuk memaparkan capaian program, mendiskusikan tantangan, serta merumuskan langkah penguatan pembelajaran tambahan bagi siswa.
Program Catch-Up Club merupakan program belajar tambahan yang ditujukan bagi siswa kelas 2–3 sekolah dasar yang mengalami kesulitan literasi dasar. Program ini dirancang untuk mengurangi risiko tinggal kelas dan putus sekolah melalui pembelajaran terstruktur, asesmen berkelanjutan, dan pendampingan intensif oleh guru. Pelaksanaan program diawali dengan pelatihan master teacher (MT) pada Oktober 2025, dilanjutkan asesmen awal terhadap 505 siswa di tujuh sekolah sasaran yang menunjukkan masih tingginya ketidakmampuan literasi dasar.
Hasil pemantauan menunjukkan tren peningkatan capaian belajar siswa. Tingkat kelulusan peserta meningkat dari rata-rata 20 persen pada putaran pertama menjadi 34 persen pada putaran kedua. Beberapa sekolah bahkan mencatat peningkatan di atas 40 persen.
Dalam sesi diskusi di Kecamatan Lotu, guru pendamping Yuspita dari salah satu SDN di Kecamatan Lotu membagikan pengalaman tentang salah satu siswa yang awalnya mengalami kesulitan belajar namun menunjukkan peningkatan signifikan setelah mengikuti program hingga akhirnya lulus asesmen. Ia berharap durasi kegiatan pada putaran keempat dapat ditambah agar waktu belajar siswa lebih optimal.
Siswa yang masih tertinggal akan tetap didampingi hingga putaran keempat dengan pendekatan pembelajaran yang lebih kreatif dan kontekstual. Tim juga menegaskan bahwa hasil asesmen dari setiap putaran akan menjadi bahan evaluasi bersama pemerintah daerah untuk penguatan program ke depan.
Selain itu, diskusi juga membahas sejumlah hal teknis pelaksanaan, seperti penyesuaian kelompok belajar sesuai kemampuan siswa, mekanisme penggantian guru saat cuti, durasi kegiatan harian, serta rencana pengembangan pembelajaran numerasi. Masukan dari guru pendamping akan menjadi bahan penyempurnaan pelaksanaan program pada putaran berikutnya.
Secara keseluruhan, kegiatan refleksi putaran ketiga ini menunjukkan bahwa Program Catch-Up Club memberikan dampak positif terhadap peningkatan kemampuan literasi dasar siswa di Kabupaten Nias Utara. Melalui refleksi berkala, penguatan kapasitas guru, dan pendampingan berkelanjutan, program ini dinilai layak untuk terus dilanjutkan dan direplikasi sebagai model intervensi pendidikan bagi siswa yang membutuhkan pembelajaran tambahan.
_____
Program KREASI atau Kolaborasi untuk Edukasi Anak Indonesia didanai oleh Global Partnership for Education, dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, dan Kementerian Agama. KREASI dijalankan oleh Save the Children bersama Article 33 Indonesia dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Nias Utara. KREASI bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Nias Utara dengan memperkuat pengajaran, pembelajaran, dan pengembangan siswa.
_____
Penulis: Calvin Telaumbanua | Editor: Nabila Aulia| Foto: Calvin TelaumbanuaKREASI/Article 33 Indonesia/Save the Children