Skip to content Skip to footer

KREASI Paparkan Peta Jalan Literasi–Numerasi kepada Bupati Halmahera Utara

KREASI memaparkan draf Peta Jalan Literasi dan Numerasi Kabupaten Halmahera Utara kepada Bupati Piet Hein Babua dan jajaran Pemerintah Daerah Halmahera Utara pada 17 November 2025. Presentasi ini menjadi momen penting untuk mendapatkan arahan langsung pimpinan daerah sekaligus memastikan bahwa dokumen strategis tersebut selaras dengan visi pembangunan pendidikan di Halmahera Utara.

Dalam pertemuan tersebut, tim KREASI menjelaskan garis besar peta jalan yang mencakup arah kebijakan, sasaran jangka pendek-menengah, serta rencana penguatan literasi, numerasi, dan karakter di tingkat sekolah, keluarga, dan komunitas. Dokumen ini juga menekankan pentingnya pemanfaatan data pendidikan sebagai dasar perencanaan program yang tepat sasaran di seluruh kecamatan. Bupati dan jajaran perangkat daerah memberikan masukan terkait prioritas daerah, mekanisme koordinasi lintas dinas, serta peluang integrasi dengan program yang sudah berjalan.

Penyusunan peta jalan ini sebelumnya diawali dengan dua kali Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, perwakilan sekolah, dan mitra lokal. Wakil Bupati Halmahera Utara, Kasman H. Achmad, hadir langsung dalam FGD dan menekankan bahwa data yang akurat dan relevan menjadi fondasi perencanaan penguatan literasi dan numerasi di Halmahera Utara.

“Bagaimana sinkronisasi dapat dilakukan untuk mendukung data dan program dalam penguatan literasi, numerasi, dan karakter di Halmahera Utara. Data harus menggambarkan fakta yang akurat dan relevan untuk perencanaan yang tepat sasaran. Kami berharap dokumen ini akan menjadi strategi bagi penguatan Litnum di Halut,” ujar Kasman.

Melalui presentasi kepada bupati ini, KREASI berharap Peta Jalan Literasi dan Numerasi tidak hanya menjadi dokumen teknis, tetapi diadopsi sebagai rujukan resmi dalam pengambilan kebijakan pendidikan daerah, sehingga upaya peningkatan kemampuan dasar baca-tulis-hitung dan karakter anak di Halmahera Utara dapat berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.

_____
Program KREASI atau Kolaborasi untuk Edukasi Anak Indonesia didanai oleh Global Partnership for Education, dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, dan Kementerian Agama. KREASI di Halmahera Utara dijalankan oleh Save the Children dan mitra pelaksana lokal Wahana Visi Indonesia  didukung Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara Utara, dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dengan memperkuat pengajaran, pembelajaran, dan pengembangan siswa.
_____
Penulis: Andika Ramadhan | Foto: Dok. KREASI/Wahana Visi Indonesia/Save the Children