KREASI Morotai mengadakan kompetisi aksi terbuka dalam rangka peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia pada 28 November 2025. Pada kegiatan ini, KREASI membuka kesempatan bagi SD/MI serta PAUD/TK/RA di Morotai untuk berpartisipasi melalui pembuatan video interaktif.
Dalam video tersebut, sekolah bebas memilih jenis aksi yang ingin ditampilkan, seperti proses pembelajaran tentang mitigasi perubahan iklim, kegiatan melestarikan lingkungan sekolah, pembuatan kompos oleh warga sekolah, aksi reboisasi, atau kegiatan sosialisasi perubahan iklim dengan berbagai alat dan bahan. Video yang telah dibuat kemudian diputar dan dipresentasikan di Aula Kantor Bupati Morotai dan dinilai langsung oleh tim KREASI, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup, dan perwakilan Universitas Pasifik Morotai.
Kegiatan ini disambut antusias oleh para peserta. Saat presentasi, mereka membawa berbagai media pendukung, mulai dari alat peraga jenis sampah dan waktu urainya, hasil panen dari kegiatan menanam, hingga karya pemanfaatan botol dan tutup botol plastik, semuanya disesuaikan dengan konteks video yang mereka tampilkan.
Selain itu, kegiatan ini juga diisi dengan sebuah drama menarik mengenai pentingnya menjaga lingkungan yang diperankan oleh anak-anak SD dampingan KREASI Morotai. Melalui alur cerita sederhana namun penuh pesan moral, para siswa mengajak penonton untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar.
Juara pertama diraih oleh PAUD dampingan KREASI Morotai yang menampilkan video sosialisasi perubahan iklim dengan berbagai alat dan bahan. Dalam video tersebut, anak-anak diperkenalkan pada penyebab dan penanganan banjir, cara menanam dan merawat tanaman, jalur evakuasi, bagian-bagian tanaman, serta jenis-jenis sampah. Mereka juga menunjukkan kegiatan menanam sayur dan menyiram tanaman sebagai contoh aksi sederhana yang dapat dilakukan sejak dini.
“Kami mendapat juara satu tidak lepas dari kerja sama tim di sekolah. Kami semua, termasuk para guru, saling mendukung. Ini pengalaman pertama saya maju ke depan, dan dukungan dari kepala sekolah serta guru lain sangat membantu. Presentasi dan video kami tentang penyebab dan penanganan banjir, simulasi, serta eksperimen dilakukan berkat pembekalan ilmu baru dan pendampingan dari KREASI,” ujar Kikik, guru PAUD yang mempresentasikan hasil video aksi terbuka mitigasi perubahan iklim.
Melalui kompetisi ini, KREASI Morotai berharap setiap sekolah dapat menunjukkan langkah nyata dalam menjaga lingkungan sekaligus mengenalkan pentingnya mitigasi perubahan iklim kepada anak-anak sejak dini. Video yang dihasilkan diharapkan menjadi inspirasi bagi sekolah lain dan menjadi bukti bahwa perubahan dapat dimulai dari lingkungan belajar.
_____
Program KREASI atau Kolaborasi untuk Edukasi Anak Indonesia didanai oleh Global Partnership for Education, dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, dan Kementerian Agama. KREASI dijalankan oleh Save the Children bersama Stimulant Institute dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai. KREASI bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Pulau Morotai dengan memperkuat pengajaran, pembelajaran, dan pengembangan siswa.
_____
Penulis: Ayutama Putri Jordy | Editor: Andika Ramadhan | Foto: Ayutama Putri Jordy/KREASI/Stimulant Institute/Save the Children