Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional 2025, KREASI Morotai berkolaborasi dengan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Morotai pada Selasa (25/11/2025). Kegiatan ini dilaksanakan oleh Stimulant Institute sebagai bagian dari program KREASI. Perayaan ini menjadi bagian dari upaya advokasi KREASI untuk mendorong apresiasi yang lebih luas bagi guru. Sasaran advokasi ini adalah Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai.
Perayaan Hari Guru Nasional berlangsung di Aula Kantor Bupati Pulau Morotai. Sebanyak 147 guru dan kepala sekolah dari sekolah dampingan KREASI dan sekolah lainnya turut berpartisipasi. Acara ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan pendidikan di Morotai, antara lain Asisten II Bidang Administrasi Umum dan Kehumasan serta Komisi III DPRD. Turut hadir Kepala Dinas Pendidikan dan perwakilan Kementerian Agama. Perwakilan Dinas Perpustakaan dan Universitas Pasifik juga mengikuti kegiatan ini. Kehadiran para pemangku kepentingan menunjukkan dukungan bersama bagi peningkatan kualitas pendidikan di Morotai.
Acara dibuka oleh Asisten II Bidang Administrasi Umum dan Kehumasan, Marwan Sidasi. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa guru memiliki peran strategis dalam membentuk masa depan pendidikan. “Saya meyakini bahwa guru bukan sekadar profesi, tetapi panggilan jiwa. Melalui tangan dan hati para gurulah masa depan bangsa dirajut. Oleh sebab itu, kegiatan talk show hari ini menjadi momentum penting bagi kita semua untuk melakukan refleksi, berbagi pengalaman, serta memperteguh kembali komitmen sebagai pendidik. Kehadiran perwakilan guru dan kepala sekolah dari enam kecamatan merupakan bukti bahwa kita bersama ingin menghadirkan masa depan pendidikan Morotai yang lebih unggul dan berdaya saing,” ujarnya.
Pada Hari Guru Nasional 2025, Kemendikdasmen mengusung tema “Guru Hebat, Indonesia Kuat.” Di Morotai, tema ini tercermin melalui inovasi pembelajaran dari sekolah dampingan KREASI. Para guru mempresentasikan pengalaman dan pendekatan pembelajaran yang telah diterapkan di kelas. Praktik-praktik ini diharapkan dapat menginspirasi sekolah lain untuk terus berinovasi.
Hasil survei Stimulant Institute turut memperkaya diskusi dalam kegiatan ini. Seluruh responden memaknai Hari Guru sebagai momen refleksi peran dan jasa pendidik. Sebanyak 95 persen dari 115 responden menilai Hari Guru bukan sekadar kegiatan seremonial. Mereka melihat Hari Guru sebagai ruang untuk meningkatkan motivasi dan pengembangan profesional. Para guru juga menekankan pentingnya kesejahteraan dan penguatan advokasi profesi. Mereka berharap PGRI terus menghadirkan kegiatan peningkatan kapasitas guru di Morotai.
Temuan survei tersebut dibahas dalam sesi talk show bersama para pemangku kepentingan. Kepala Dinas Pendidikan Pulau Morotai, Mauludin Wahab, menanggapi isu kesejahteraan guru. Ia menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus mengupayakan dukungan yang lebih baik. “Kami telah mengupayakan tunjangan sertifikasi guru sebagai bagian dari peningkatan kesejahteraan,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa berbagai tunjangan daerah juga telah diatur dalam rencana strategis.
Melalui perayaan Hari Guru Nasional ini, KREASI menegaskan komitmennya pada peningkatan kualitas pendidikan. Fokus KREASI meliputi penguatan literasi, numerasi, dan pendidikan karakter. Upaya ini dilakukan melalui peningkatan kapasitas guru di sekolah-sekolah dampingan. Berbagai praktik baik diharapkan dapat terus berlanjut dan diperluas dampaknya. Kegiatan ini menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan merupakan tanggung jawab bersama. Perayaan Hari Guru Nasional menjadi ruang apresiasi nyata bagi guru di Morotai.
_____
Program KREASI atau Kolaborasi untuk Edukasi Anak Indonesia didanai oleh Global Partnership for Education, dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, dan Kementerian Agama. KREASI dijalankan oleh Save the Children bersama Stimulant Institute dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai. KREASI bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Pulau Morotai dengan memperkuat pengajaran, pembelajaran, dan pengembangan siswa.
_____
Penulis: Ayutama Putri Jordy | Editor: Laras Sabila Putri | Foto: Ayutama Putri Jordy/KREASI/Stimulant Institute/Save the Children