Kampanye perlindungan anak bertema “Bersama Membangun Sekolah Aman, Inklusif dan Bebas Kekerasan” berlangsung di salah satu sekolah dasar di Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, pada 7 November 2025. Kegiatan pembukaan dilakukan secara simbolis melalui Pelepasan Balon oleh murid-murid sebagai tanda komitmen bersama untuk mewujudkan lingkungan sekolah yang aman, ceria, dan bebas kekerasan. Acara ini menjadi momentum penting untuk memperkuat budaya perlindungan anak.
Diselenggarakan oleh KREASI Kayong Utara, kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Desa Gunung Sembilan, Babinsa, hingga para wali murid. Para peserta mendapatkan edukasi tentang pentingnya sekolah inklusif, bentuk-bentuk kekerasan yang sering terjadi, serta strategi pencegahan kekerasan yang dapat dilakukan oleh guru, orang tua, maupun siswa sendiri.
Melalui sesi penyuluhan dan diskusi interaktif, kampanye ini menegaskan bahwa perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kerja sama antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, ramah, dan menghargai setiap anak. Dengan komitmen tersebut, sekolah ini diharapkan dapat menjadi contoh sekolah yang benar-benar inklusif dan bebas dari segala bentuk kekerasan.
_____
Program KREASI atau Kolaborasi untuk Edukasi Anak Indonesia didanai oleh Global Partnership for Education, dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, dan Kementerian Agama. KREASI di Kayong Utara dijalankan oleh Save the Children dan mitra pelaksana lokal Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah didukung Pemerintah Kabupaten Kayong Utara, dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dengan memperkuat pengajaran, pembelajaran, dan pengembangan siswa.
_____
Penulis: Rinda Andri Gunawan | Editor: Andika Ramadhan | Foto: Rinda Andri Gunawan/KREASI/Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah/Save the Children