Skip to content Skip to footer

Di Tanggamus, Dewan Pembina Save the Children Melihat Langsung Program KREASI

Dewan Pembina Save the Children Indonesia melakukan kunjungan ke Kabupaten Tanggamus, Lampung, pada 5–7 November 2025. Beberapa agenda yang dilaksanakan di sana termasuk melihat secara langsung implementasi Program KREASI yang sudah berjalan sekitar sembilan bulan di sana.

Ketua Dewan Pembina, Daniel Rembeth bersama beberapa anggota, serta CEO Save the Children Dessy Kurwiany Ukar melihat berbagai inisiatif peningkatan kualitas pendidikan dasar dan perlindungan anak yang dijalankan bersama pemerintah daerah dan mitra implementasi lokal di Tanggamus.

SDN 1 Banjarmasin jadi salah satu lokasi untuk melihat berbagai praktik baik pembelajaran yang difasilitasi KREASI. Di sekolah dasar negeri yang berdiri sejak 1981 ini, para guru dan kepala sekolah telah mengikuti 22 sesi pelatihan yang mencakup kurikulum dan asesmen, praktik pengajaran, kepemimpinan pembelajaran, dan perlindungan anak. Kunjungan menyoroti pelaksanaan Catch-Up Club—program remedial berbasis bermain untuk memperkuat literasi dan numerasi—serta inisiatif kelas ramah anak yang dilengkapi pojok baca, media belajar buatan guru, dan lingkungan belajar yang lebih hidup.

Rombongan juga meninjau Program SULTAN (Sudut Literasi Anak) dan kegiatan “Jumat Baca” yang diinisiasi sekolah. Melalui sudut baca di setiap kelas, dilengkapi buku cerita anak, big book, dan bacaan tematik, siswa didorong menjadikan membaca sebagai rutinitas harian. Sementara itu, kegiatan Jumat Baca memadukan sesi mendongeng guru dan membaca mandiri siswa, sehingga suasana belajar menjadi lebih menyenangkan dan interaktif. Inisiatif-inisiatif ini menunjukkan bagaimana pelatihan yang diberikan KREASI telah diterjemahkan menjadi perubahan nyata di kelas.

Setelah dari sekolah, rombongan melanjutkan kunjungan ke Perpustakaan Nusantara di Pekon Banjarmasin yang dikembangkan sebagai “Pekon Literasi”. Melalui rangkaian kegiatan sejak April hingga Oktober 2025, KREASI memfasilitasi lokakarya PDIA (Problem-Driven Iterative Adaptation), penerbitan SK pengelola perpustakaan desa, pelatihan relawan dan guru, serta pembentukan program kerja yang menghadirkan sesi literasi interaktif dua kali seminggu bagi anak PAUD dan siswa kelas 3. Peresmian pojok baca, pengadaan 127 buku bacaan anak, dan dukungan Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Lampung menandai transformasi perpustakaan desa menjadi pusat literasi berbasis komunitas.

Rangkaian kunjungan ditutup dengan courtesy visit ke Bupati Tanggamus di Talang Padang. Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Tanggamus dan Save the Children menegaskan kembali kemitraan mereka dalam menguatkan gerakan literasi dan perlindungan anak. Bupati juga mengapresiasi kehadiran KREASI yang telah berkontribusi melalui berbagai kegiatan pelatihan guru, penguatan ekosistem literasi, dan pengembangan program berbasis desa yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

_____
Penulis: Andika Ramadhan | Foto: Abisola Arfa/KREASI/Save the Children