Di tengah isu efisiensi anggaran pemerintah daerah, Timar—seorang PNS perencana program dan evaluasi di Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Halmahera Utara—menghadapi tantangan besar.
Selama hampir sepuluh tahun menjabat sebagai Kepala Sub Bagian Perencanaan dan Evaluasi, ia merasa perencanaan yang dibuat belum benar-benar menjawab persoalan mendasar anak-anak di Halmahera Utara. Meski termasuk perencana yang berprestasi di lingkup kerja Pemerintah Daerah Halmahera Utara, ia berefleksi kalau selama ini hasil perencanaannya belum menyasar dan menjawab masalah anak di Halmahera Utara.
Pertemuan pertama Timar dengan Program KREASI menjadi titik balik. Dalam kegiatan refleksi pendidikan, ia menyadari rendahnya capaian literasi dan numerasi anak-anak di daerahnya. Kesadaran ini memunculkan rasa tanggung jawab yang mendalam: selama ini ia terlalu fokus pada program rutin seperti KB dan keluarga balita, sementara isu pendidikan anak kurang mendapat perhatian.
“Saya baru menyadari bahwa Halmahera Utara memiliki permasalahan pendidikan dan DP3AKB juga memiliki peranan dalam mengatasi permasalahan tersebut”, katanya.
Melalui bimbingan teknis perencanaan strategis yang difasilitasi KREASI, Timar belajar menyusun perencanaan yang lebih adaptif dan berbasis data. Ia memahami pentingnya indikator sesuai Kepmendagri dan mampu mengintegrasikan program yang benar-benar berdampak pada anak.
Hasilnya, Timar berhasil meyakinkan pimpinan agar Program Sekolah Tanpa Kekerasan (SETARA) masuk dalam rencana kerja OPD tahun 2026. SETARA adalah bentuk piloting Sekolah Ramah Anak (SRA) di Halmahera Utara, yang pada tahun 2025 telah disahkan 5 sekolah model jenjang TK, SD, dan MI oleh SK Bupati Halmahera Utara. Program ini diakui sebagai salah satu pencapaian hasil kerja 100 hari pertama kepala daerah.
Lebih jauh, saat ini ia juga melakukan mentoring pada stafnya terkait perencanaan program yang berdampak pada anak. Dia berharap dirinya dan staf lain di dinas dapat dikapasitasi lebih lanjut terkait kemampuan memfasilitasi kegiatan dan monitoring dampak luaran kegiatan sehingga dapat mengimplementasikan kegiatan di lingkup pemerintahan dengan lebih efisien.
Kini, Timar tidak hanya menjadi perencana, tetapi juga advokat perubahan. Ia bermimpi menjadikan setiap sekolah di Halmahera Utara sebagai ruang yang ramah anak—tempat di mana ada cinta, damai, dan harapan. Dengan komitmen ini, ia percaya literasi, numerasi, dan karakter anak-anak akan meningkat sesuai standar nasional.
_____
Program KREASI atau Kolaborasi untuk Edukasi Anak Indonesia didanai oleh Global Partnership for Education, dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, dan Kementerian Agama. KREASI di Halmahera Utara dijalankan oleh Save the Children dan mitra pelaksana lokal Wahana Visi Indonesia didukung Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara Utara, dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dengan memperkuat pengajaran, pembelajaran, dan pengembangan siswa.
_____
Penulis: Rany Monika Purba | Editor: Andika Ramadhan | Foto: Dok. KREASI/Wahana Visi Indonesia/Save the Children