Skip to content Skip to footer

Perkuat Kapasitas Pendidik, KREASI Nias Selatan Gelar Pelatihan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan 

Pelatihan “Penguatan Kapasitas Pengawas, Kepala Satuan Pendidikan, Guru dan Pelatihan Utama Pada Program Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan” berlangsung selama tiga hari 9-11 Oktober 2025, dan diikuti oleh 22 peserta terpilih dari kalangan Pengawas, Kepala Sekolah, dan Guru.  

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Nias Selatan, Nurhayati Telaumbanua. Tujuan utama pelatihan ini adalah untuk memperkuat kapasitas pendidik dan memastikan Transisi PAUD ke SD yang menyenangkan dan bermakna. District Representative KREASI Nias Selatan Reinhard Simanjuntak, secara khusus menyampaikan harapan agar program ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Nias Selatan sehingga nilai rapor pendidikan membaik di tahun-tahun berikutnya. 

Dalam pelatihan ini, peserta dibekali pengetahuan dan keterampilan praktis melalui serangkaian sesi yang intensif. Materi utama diawali dengan refleksi bersama mengenai tantangan dan konsep Transisi PAUD ke SD yang menyenangkan, berfokus pada upaya Child-centered dan kolaborasi yang berkelanjutan antara PAUD, SD, dan orang tua untuk menciptakan lingkungan belajar yang ramah dan inklusif.  

Selanjutnya, peserta mempelajari praktik penguatan Literasi dan Numerasi, ditekankan bahwa kedua kemampuan ini tidak hanya sebatas membaca, menulis, atau berhitung, tetapi juga mencakup kemampuan menyelesaikan masalah, logika, dan berpikir kritis, di mana literasi memiliki enam cakupan kemampuan dasar dan numerasi memiliki lima lingkup kemampuan. Sesi berikutnya membahas Pembelajaran Transisi yang menyenangkan melalui penciptaan lingkungan kelas inklusif dan terdiferensiasi, serta menerapkan Pembelajaran Mendalam di PAUD yang berpegangan pada prinsip berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Pendekatan terpadu lain yang diperkenalkan adalah Pembelajaran STEAM (Sains, Teknologi, Engineering, Art, dan Matematika) yang dipraktikkan melalui pengalaman bermain kontekstual, menggunakan langkah TANDUR (Tumbuhkan, Alami, Namai, Demonstrasikan, Ulangi, Rayakan).  

Program ini juga hadir sebagai jawaban atas tantangan di lapangan, terutama bagi sekolah yang minim akses pelatihan. Salah satu peserta Martine, seorang kepala sekolah menyuarakan masalah kesenjangan pelatihan: 

“Selama 3-4 tahun sebagai kepala sekolah, barulah tahun ini kami diikutsertakan pelatihan setelah adanya program KREASI ini, kami berharap dari Pinas Pendidikan dan lembaga memperhatikan sekolah-sekolah pelosok untuk dihadirkan dalam pelatihan seperti ini, Jangan hanya sekolah di kota yang mendapatkan perubahan baik ini.” ujarnya 

Hal ini menggarisbawahi pentingnya KREASI dalam membawa perubahan ke sekolah-sekolah di daerah pelosok yang sebelumnya tidak terjangkau dari undangan pelatihan. Selain itu, kegiatan ini bertujuan mengatasi kekurangan umum guru dalam proses perencanaan pembelajaran.  

Di hari terakhir, peserta mempresentasikan rancangan TANDUR dan STEAM mereka, yang mendapat masukan penting dari narasumber tentang perlunya media yang ramah anak dan pemilihan pemantik yang sesuai untuk anak usia transisi yang masih berpikir konkret. Kegiatan ditutup dengan penyusunan Rencana Aksi Implementasi Transisi PAUD ke SD oleh Kepala Sekolah dan Rencana Aksi Monitoring oleh Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, dan Pengawas Sekolah.
_____
Program KREASI atau Kolaborasi untuk Edukasi Anak Indonesia didanai oleh Global Partnership for Education, dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, dan Kementerian Agama. KREASI di Nias Selatan dijalankan oleh Save the Children bersama Ikatan Guru Indonesia dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Nias Selatan. KREASI bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dengan memperkuat pengajaran, pembelajaran, dan pengembangan siswa. 
_____
Penulis: Afnidar Dakhi | Editor: Andika Ramadhan | Foto: Afnidar Dakhi/KREASI/Ikatan Guru Indonesia/Save the Children