Save the Children melaksanakan Refleksi Pembelajaran dan Penyelarasan Arah Program KREASI pada 22-23 Oktober di Jakarta Selatan. Save the Children sebagai grant agent yang menjalankan Program KREASI menjadikan pertemuan ini sebagai momentum strategis untuk mengevaluasi perjalanan tahun pertama sekaligus merancang penyesuaian menuju tahun kedua yang lebih berdampak.
Selain Tim KREASI Nasional dari Save the Children, kegiatan ini dihadiri Co-Chair Mitra Pendidikan Indonesia, Kemendikdasmen dan Kemenag, serta pimpinan 7 organisasi mitra pelaksana lokal.
Kegiatan ini menjadi refleksi mendalam terhadap pendekatan dan capaian KREASI di tahun pertama implementasi. Seluruh peserta diajak untuk melihat kembali apakah intervensi yang dilakukan telah relevan terhadap kebutuhan lokal dan kontekstual, serta seberapa besar dampaknya bagi anak-anak, guru, dan ekosistem pendidikan di wilayah dampingan.
Program KREASI, yang memiliki fokus pada penguatan literasi, numerasi, dan perlindungan anak, telah menjangkau ribuan guru, hingga kepala sekolah. Namun, tantangan masih dirasakan, seperti jumlah pelatihan yang banyak, kesinambungan program pascapelatihan, serta sistem mentoring dan pemantauan di tingkat sekolah.
Ke depan, Program KREASI akan menekankan pentingnya memiliki pendekatan pengembangan profesional guru yang lebih terstruktur, terukur, dan berbasis pada kebutuhan lapangan.
Tak hanya di ranah pelatihan guru, program juga akan memperkuat strategi perlindungan anak dan GEDSI (gender, disabilitas, dan inklusi sosial), yang diintegrasikan dalam semua lini intervensi, termasuk pembelajaran, ekosistem sekolah, dan kerja sama dengan komunitas. Salah satu praktik baik yang akan dilanjutkan adalah kegiatan Catch-Up Club dan penguatan TPPK di sekolah.
Pertemuan ini juga membahas strategi transisi menuju tahun kedua, termasuk rencana school selection tahap dua yang sedang disiapkan. Periode transisi menuju tahun kedua akan dikawal dengan mekanisme monitoring intensif.
Sesi penutup menyepakati pentingnya menciptakan sinergi lebih erat antara Save the Children, mitra pelaksana, dan pemangku kepentingan lokal untuk memastikan setiap intervensi KREASI bermuara pada terciptanya ruang belajar yang aman, setara, dan memberdayakan anak.
Dengan perbaikan desain, penyederhanaan kegiatan, serta penguatan sistem mentoring, Program KREASI memasuki tahun kedua dengan arah yang lebih tajam. Harapannya, perubahan strategi ini akan menjawab tantangan tahun pertama dan membuka ruang bagi dampak yang lebih dalam dan berkelanjutan.