Di tengah tantangan pendidikan di daerah, masih banyak guru yang berinovasi agar anak-anak dapat belajar dengan cara yang bermakna. Salah satunya adalah Mitranikasih, seorang pendidik dari Nias Selatan yang percaya bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil di lingkungan sekitar. Melalui berbagai pengalaman dan semangat berbagi, ia berusaha menghadirkan ruang belajar yang tidak hanya mengajarkan pengetahuan, tetapi juga membangun karakter dan kepedulian anak terhadap sesama serta lingkungannya.
Bagi Mitranikasih, pendidikan tidak hanya tentang mengajar di ruang kelas, tetapi tentang menumbuhkan semangat belajar, peduli, dan berkreasi untuk membangun masa depan yang lebih baik. Sebagai pendidik dan pegiat lingkungan, ia percaya bahwa setiap anak memiliki potensi luar biasa jika diberi ruang untuk tumbuh dengan cara yang menyenangkan dan inklusif.
Berbekal latar belakang akademik di bidang Fisika dan pengalaman panjang di dunia pendidikan serta lingkungan, Mitranikasih mendirikan Rumah Belajar We Care sebuah ruang belajar alternatif yang ia rancang untuk menjadi wadah belajar, bermain, dan berinovasi bagi anak-anak di Nias Selatan.
“Lewat We Care, saya ingin anak-anak bisa belajar dengan gembira dan bebas berpendapat. Mereka bukan hanya diajak mengenal huruf atau angka, tetapi juga diajak berpikir kreatif dan peduli terhadap lingkungan sekitar,” tutur Mitranikasih.
Perjalanan We Care diperkaya oleh pengalaman Mitranikasih mengikuti berbagai kegiatan KREASI. Dalam beberapa kesempatan, ia berperan sebagai narasumber sekaligus pembelajar aktif. Setiap sesi yang diikutinya membuka pandangan baru tentang bagaimana menciptakan pembelajaran yang kolaboratif, kontekstual, dan berpihak pada anak.
Dari pelatihan-pelatihan tersebut, lahir banyak ide yang ia terapkan langsung dalam kegiatan di We Care. Ia mengembangkan metode pembelajaran berbasis proyek sederhana, membuat alat peraga dari bahan daur ulang, belajar berhitung lewat permainan tumpukan lidi, atau mengenal sains lewat eksperimen kecil di halaman rumah.
Mitranikasih juga mengintegrasikan isu lingkungan dalam setiap kegiatan belajar. Ia mengajak anak-anak memahami pentingnya menjaga kebersihan, memilah sampah, dan menggunakan energi secara bijak. Semua dilakukan dengan cara yang ringan, menyenangkan, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.
“Anak-anak belajar tentang literasi dan numerasi, tapi mereka juga belajar tentang tanggung jawab dan kepedulian. Itu yang membuat We Care berbeda,” ujarnya.
Rumah belajar We Care kini telah berkembang di dua wilayah Gomo dan Lahusa, dengan melibatkan guru, orang tua, dan komunitas sekitar. Dukungan dari KREASI mendorong Mitranikasih untuk terus berinovasi menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada hasil, tapi juga pada proses dan kebahagiaan anak.
Bagi Mitranikasih, perubahan kecil yang dilakukan dengan hati dapat membawa dampak besar.
“Dari Nias Selatan, saya ingin menunjukkan bahwa belajar bisa dimulai dari mana saja. Dengan kolaborasi, semangat, dan kasih, kita bisa membangun masa depan yang lebih baik untuk anak-anak,” tuturnya penuh keyakinan.
Kini, We Care bukan sekadar rumah belajar, tapi juga simbol harapan tempat di mana anak-anak diajak untuk berpikir, berkreasi, dan peduli.
_____
Program KREASI atau Kolaborasi untuk Edukasi Anak Indonesia didanai oleh Global Partnership for Education, dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, dan Kementerian Agama. KREASI di Nias Selatan dijalankan oleh Save the Children bersama Ikatan Guru Indonesia dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Nias Selatan. KREASI bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dengan memperkuat pengajaran, pembelajaran, dan pengembangan siswa.
_____
Penulis: Afnidar Dakhi | Editor: Andika Ramadhan | Foto: Afnidar Dakhi/KREASI/Ikatan Guru Indonesia/Save the Children