Sekolahku Hijau dan Bebas Sampah merupakan judul modul proyek di salah satu madrasah dampingan KREASI di Morotai. Modul ini digagas oleh Kartika, seorang kepala madrasah, sebagai respons terhadap kondisi lingkungan sekolahnya. Kesadaran Kartika akan pentingnya isu lingkungan tumbuh sejak ia mengikuti lokakarya membangun kesadaran tentang mitigasi perubahan iklim dalam kurikulum pendidikan yang diselenggarakan oleh KREASI.
Dalam lokakarya tersebut, peserta diajak memahami pentingnya isu lingkungan sekaligus meninjau kondisi sekolah masing-masing. Kartika menyadari bahwa sekolahnya cukup gersang, masih ada lahan yang belum dimanfaatkan, dan pengelolaan sampahnya belum optimal. Pemahaman ini mendorong Kartika mengajak guru dan siswa bekerja sama menciptakan sekolah yang lebih hijau dan bebas sampah, dimulai dengan meningkatkan kesadaran lingkungan bersama.
Upaya Kartika diperkuat melalui kegiatan harmonisasi modul proyek perubahan iklim yang diselenggarakan oleh KREASI pada 7 Oktober 2025. Semua pemahaman yang telah diperoleh sejak bulan September kemudian dimasukkan ke dalam modul proyek dan disusun secara lebih terstruktur melalui tiga tahap kegiatan yaitu pengenalan, menyiapkan alat dan bahan, dan praktik.
Saat ditemui di sekolahnya pada 30 Oktober 2025, Kartika menyampaikan bahwa kegiatan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan adalah hal baru yang ia lakukan setelah mendapat pelatihan dari KREASI.
“Dengan mengikuti berbagai kegiatan KREASI, kami termotivasi untuk lebih memperhatikan lingkungan. Kami belum pernah merencanakan kegiatan menanam dalam modul proyek, padahal sekolah kami memiliki lahan yang cukup luas. Tadinya kami tidak punya ide seperti ini, tetapi berkat KREASI, kami mendapatkan banyak ide, masukan, dan ilmu,” kata Kartika.
Kartika menjelaskan bahwa tahap awal proyek perubahan iklim, yaitu pengenalan, dan tahap kedua, penyortiran tanaman, telah selesai. Sekarang, mereka sudah memasuki tahap ketiga, yaitu praktik, dengan menanam berbagai jenis tanaman, mulai dari sayuran hingga tanaman obat yang dikemas menjadi apotek hidup. Untuk penghijauan yang lebih besar, mereka menanam pohon mangga dan pohon tanjung, dengan rencana menambah pohon besar lainnya di masa mendatang. Kesadaran Kartika juga mendorong pengelolaan sampah, terutama karena lokasi sekolahnya dekat dengan pantai.
“Kami memanfaatkan botol sampah untuk didesain ulang sehingga bisa menjadi hiasan dan membuat apotek hidup terlihat lebih menarik, sekaligus mengurangi limbah plastik,” kata Kartika.
Selain itu, Kartika mengajak guru dan siswa melakukan kegiatan jalan sehat sambil membersihkan Pantai Army Dock sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan lingkungan. Kegiatan ini mendapat sambutan baik dari guru dan siswa yang senang karena bisa melakukan hal yang berbeda dari biasanya, sambil belajar tentang pentingnya menjaga kebersihan sekolah dan lingkungan sekitarnya.
“Sebagai guru, kami sangat antusias melakukan penghijauan di sekolah kami. Kami juga melihat semangat dari anak-anak. Mereka bahkan menawarkan diri untuk menghias apotek hidup dengan memanfaatkan botol sampah. Pohon besar yang akan kami tanam juga akan dimanfaatkan untuk meningkatkan minat belajar siswa. Kami menyediakan bangku di bawah pohon kamboja agar anak bisa belajar di luar kelas dan tidak bosan,” kata seorang guru kelas satu, Tan Im.
Dengan berbagai kegiatan yang telah dilakukan, upaya Kartika bersama para guru dan siswa menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana di sekolah. Dari lahan yang awalnya gersang, kini sekolah mereka bertransformasi menjadi sekolah yang asri dan dari sampah plastik yang sebelumnya terbuang, kini diolah menjadi berbagai karya menarik dan bermanfaat. Melalui modul proyek Sekolahku Hijau dan Bebas Sampah, Kartika bersama para guru berupaya menanamkan nilai tanggung jawab dan cinta lingkungan sejak dini.
_____
Program KREASI atau Kolaborasi untuk Edukasi Anak Indonesia didanai oleh Global Partnership for Education, dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, dan Kementerian Agama. KREASI dijalankan oleh Save the Children bersama Stimulant Institute dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai. KREASI bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Pulau Morotai dengan memperkuat pengajaran, pembelajaran, dan pengembangan siswa.
_____
Penulis: Ayutama Putri Jordy | Editor: Andika Ramadhan | Foto: Ayutama Putri Jordy/KREASI/Stimulant Institute/Save the Children