KREASI Kayong Utara melaksanakan kegiatan aktivasi dan penguatan Unit Layanan Disabilitas (ULD) di bidang pendidikan sebagai wujud komitmen bersama dalam mewujudkan sistem pendidikan yang inklusif bagi semua anak, termasuk penyandang disabilitas. Kegiatan ini berlangsung di Sukadana pada Jumat (29/08/2025) dan dihadiri berbagai pihak terkait.
Dalam kegiatan tersebut ditegaskan bahwa pendirian dan penguatan ULD memiliki tiga tujuan utama. Pertama, menciptakan pendidikan inklusif yang ramah bagi anak dengan disabilitas. Kedua, memberikan dukungan layanan khusus agar mereka dapat memperoleh hak pendidikan yang setara. Ketiga, memperkuat kapasitas sekolah, guru, dan tenaga pendidik dalam menangani kebutuhan anak disabilitas.
Manfaat yang diharapkan dari penguatan ULD ini antara lain memudahkan akses layanan pendidikan, mengurangi hambatan belajar, serta meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Selain itu, ULD juga diharapkan dapat membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi penyandang disabilitas di dunia pendidikan, sekaligus mendukung pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang adil, setara, dan inklusif.
Sebagai dukungan, Program Manager KREASI Kalimantan Barat, Julni Rhamawan, bersama Koordinator Program KREASI Kayong Utara, Anti Angraini menyerahkan bantuan kursi roda untuk anak penyandang disabilitas di Kabupaten Kayong Utara.
Bantuan tersebut diterima secara simbolis oleh Asisten III Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kayong Utara M. Oma, untuk kemudian disalurkan melalui Dinas Sosial setempat agar dapat dimanfaatkan langsung oleh anak yang membutuhkan.
Langkah ini dipandang sebagai simbol kepedulian lintas sektor terhadap pemenuhan hak-hak anak disabilitas. Dengan adanya ULD yang diperkuat, diharapkan anak-anak disabilitas di Kayong Utara tidak hanya mendapatkan akses pendidikan yang lebih layak, tetapi juga kesempatan untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan belajar dan sosial di sekolah.
Penguatan ULD di Kayong Utara ini sekaligus menunjukkan bahwa pendidikan inklusif bukan hanya sekadar jargon, melainkan arah kebijakan yang didorong secara nyata melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, sekolah, dan mitra pembangunan seperti KREASI.
Penulis: Rinda Andri Gunawan; Editor: Andika Ramadhan
Foto: Rinda Andri Gunawan/KREASI/Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah/Save the Children