Skip to content Skip to footer

Langkah Kuat Pengawas Mendampingi Madrasah di Pesisir Barat 

Setelah beberapa kali mengikuti kegiatan KREASI, salah satu peserta pelatihan yang merupakan pengawas madrasah mulai merasakan perubahan. Baik itu perubahan pola pikir mengenai cara interaksi dan bagaimana membina kepala madrasah yang ada di wilayah tugasnya. 

Nadera adalah pengawas madarasah dari Kantor Kementerian Agama Pesisir Barat yang merasakan perubahan itu. Ia menyadari bahwa menjadi pengawas tidak sekadar tentang memastikan administrasi berjalan secara lancar dan pencapaian sekolah. Lebih dari itu, pengawas dapat menjadi kawan bagi sekolah untuk berdiskusi. Tentu, hal ini bertujuan untuk mendukung sekolah dalam melakukan refleksi tentang pengelolaan sekolah secara efektif dan mempertimbangkan pemenuhan hak anak. 

KREASI menguatkan peran Nadera melalui beberapa lokakarya. Mulai dari lokakarya transisi PAUD SD menyenangkan, lokakarya pemanfaatan data rapor untuk pengawas dan kepala sekolah, lokakarya manajemen sekolah yang efektif, hingga lokakarya TPPK. Rangkaian pelatihan tersebut membantu Nadera untuk semakin memahami perannya sebagai pengawas.  

“Saya baru mulai berkoordinasi dan menggali informasi. Harapannya, nanti ada pendampingan yang lebih terarah,” kata Nadera. 

Bagi Nadera, pelatihan tersebut menggerakkan dirinya sebagai pengawas untuk lebih memahami kondisi dan tantangan di sekolah binaannya. Oleh karena itu, Nadera mulai menguatkan ruang-ruang diskusi untuk refleksi bersama kepala madrasah. Dengan tujuan agar hubungannya tidak hanya bersifat instruksional, tetapi juga dialogis. Nadera yakin bahwa membangun hubungan yang terbuka begitu penting agar manajemen sekolah berjalan secara efektif. 

Salah satu tindak lanjut dari keikutsertaan Nadera dalam lokakarya KREASI adalah menginisiasi koordinasi dengan sekolah binaan terkait pelaksanaan transisi PAUD ke SD menyenangkan saat MPLS.  

Nadera saat ini sedang gencar mengeksplorasi pendekatan pembinaan ke sekolah-sekolah. Bahwa kegiatan semacam transisi PAUD ke SD tidak hanya bagian dari acara yang bersifat seremonial saja, tetapi juga sebuah kegiatan yang menekankan pendidikan yang berorientasi pada kebutuhan dan kemampuan anak. 

Langkah yang dimulai Nadera ini adalah awal dari perubahan cara pandang dalam dirinya. Perannya sebagai pengawas dapat diperkuat dengan kolaborasi dan membuka ruang dialog dengan sekolah binaannya. Kedepan, harapannya Nadera dapat mendukung kebutuhan sekolah sesuai konteks. 


Teks dan Foto: Putri Lalitaningtyas/KREASI/Yayasan Guru Belajar/Save the Children