Memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2025, KREASI Nias Utara bersama Pemerintah Kabupaten Nias Utara menyelenggarakan kegiatan perayaan HAN dengan mengusung tema: “Anak Hebat Indonesia Kuat, Menuju Indonesia Emas 2045” dan subtema “Anak Terlindungi, Nias Utara Maju.”
Kegiatan ini dilaksanakan pada 31 Juli di gedung dan halaman Dinas Perpustakaan Nias Utara. Acara ini diikuti oleh anak-anak dari lima TK dan SD di Kecamatan Lotu, serta para orang tua, guru, dan sejumlah organisasi perangkat daerah yang turut berperan aktif mendukung kegiatan ini.

Anak-anak bermain, bernyanyi, dan mengenal literasi secara sederhana dan bermakna. Melalui aktivitas room tour perpustakaan, anak-anak diperkenalkan pada setiap ruang dan media literasi hingga ke pojok digital. Kegiatan ini didampingi langsung oleh orang tua dan guru, yang menunjukkan adanya ketertarikan dan antusiasme anak-anak untuk beraktivitas di lingkungan perpustakaan.
Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan ruang ekspresi yang menyenangkan dan aman bagi anak-anak, sekaligus menumbuhkan minat baca, kesadaran literasi, serta pentingnya perlindungan anak sejak dini.
Selain itu, kegiatan ini mendorong keterlibatan aktif orang tua, guru, dan masyarakat dalam mendukung tumbuh kembang anak, serta memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam memastikan terpenuhinya hak anak dan suara mereka dalam proses pembangunan
Sebagai bagian dari penguatan edukasi, materi tentang perlindungan anak dan pola pengasuhan positif disampaikan oleh Dinas Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Nias Utara dan Badan Perencanaan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Nias Utara. Hal ini merupakan langkah nyata dalam mendukung perkembangan anak perkembangan anak secara aman, sehat, dan penuh perhatian.

Ucapan terima kasih disampaikan kepada seluruh OPD, guru, komunitas, dan orang tua yang telah terlibat secara aktif. Tumbuh kembang dan perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama menuju masa depan Nias Utara dan Indonesia yang lebih baik.
Text and Photo: Calvin Telaumbanua/KREASI/Article 33 Indonesia/Save the Children