Skip to content Skip to footer

Perkuat Perlindungan Anak, PATBM Mulai Diaktivasi di Pesisir Barat

KREASI Pesisir Barat melaksanakan Aktivasi Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) di tingkat desa. Kegiatan ini berangkat dari kebutuhan untuk menciptakan ekosistem yang mampu melindungi dan memenuhi hak anak. 

Selama dua hari, peserta pelatihan yang terdiri dari perwakilan tiga pekon atau desa di Pesisir Selatan dibekali materi tentang mekanisme respons yang cepat dan tepat dalam perlindungan dan pencegahan kekerasan terhadap anak.  

Kepala Dinas DP2KB Kab. Pesisir Barat, Budi Wiyono, yang hadir untuk memberikan sambutan mengatakan, “Kita harus fokus bahwa anak harus dilindungi, tanpa stigma apapun. Maka, sistem perlindungan anak tingkat pekon harus kita kuatkan.” 

Perlindungan anak di masyarakat membutuhkan peran strategis masyarakat. Anak adalah bagian dari komunitas, sehingga yang bertanggung dalam memberikan perlindungan ke mereka adalah seluruh elemen masyarakat. 

Untuk menguatkan hal tersebut, kegiatan ini menghadirkan dua ketua PATBM dari Tanggamus untuk membagikan pengalaman dan praktik baik dalam memberikan perlindungan kepada anak di tingkat pekon. Kehadiran dua perwakilan tersebut diharapkan dapat memberikan dorongan dan bagi pekon di Pesisir Barat untuk mengadaptasi strategi efektif untuk diterapkan di wilayahnya masing masing. 

Yanti, salah satu warga pekon yang menjadi peserta menyebut, “Adalah PR bersama yang besar untuk mendampingi anak agar terlindungi dan tidak mendapatkan kekerasan. Terutama kami yang melihat kondisi nyata di lapangan. Penting sekali jembatan untuk anak.” 

Pembentukan dan penguatan PATBM di tingkat pekon ini menjadi langkah nyata dalam menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan anak. Tentunya, hal ini perlu didukung oleh stakeholder terkait. Dengan begitu, tersedianya sistem yang berpihak pada anak, baik itu perlindungan dan penanganan kasus akan berjalan secara efektif. 


Teks: Putri Lalita (Penulis); Andika Ramadhan (Editor) 

Foto: Putri Lalita/KREASI/Yayasan Guru Belajar/Save the Children