Dari pegunungan di Tanggamus hingga pantai di Pesisir Barat, Lampung, CEO Save the Children Indonesia Dessy Kurwiany Ukar bertemu para mitra, pejabat pemerintah daerah, hingga murid sekolah dasar pada 28 April hingga 1 Mei lalu.
Selama empat hari, Dessy melihat bagaimana Program KREASI mulai memberikan dampak bagi setiap insan yang terlibat. Program yang didanai Global Partnership for Education ini, membawa misi mulia untuk peningkatan kualitas edukasi di daerah terpencil di Indonesia.
Di SDN Pungkut–satu dari 31 sekolah mitra KREASI di Tanggamus, Dessy berinteraksi dengan murid kelas 2 dan 3. Dari mata para manusia cilik itu, memberikan harapan untuk edukasi yang lebih berkualitas.
“Kami senang sekali menjadi sekolah mitra KREASI, apalagi selama ini sekolah kami punya semangat untuk peningkatan literasi dan numerasi,” kata Kepala SDN Pungkut Maisitoh (29/4).
Sementara di Pesisir Barat, Kelompok Kerja Guru (KKG) SD dan PAUD hadir dengan semangat mendengar guru master trainer membagikan praktik baik pengajaran. Di hadapan Dessy, beberapa guru mengungkapkan permasalahan yang mereka hadapi, termasuk bagaimana berinteraksi dengan murid disabilitas.
Isu kesetaraan gender, disabilitas, dan inklusi sosial, serta perubahan iklim jadi tujuan hadirnya program KREASI, selain peningkatan literasi, numerasi, dan karakter.

Bersama dengan Ketua TP PKK Pesisir Barat Dian Hardiyanti Dedi, dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pesisir Barat Edwin Kastolani, Dessy mendistribusikan lima ribu buku cerita bergambar kepada 31 sekolah mitra KREASI di Pesisir Barat.
“Melalui program KREASI yang Save the Children jalankan bersama Yayasan Guru Belajar sebagai mitra lokadi di Pesisir Barat, kami berkomitmen untuk mempercepat peningkatan kemampuan literasi, numerasi,dan karakter anak-anak,” kata Dessy.
“Salah satu fokus penting dalam program ini adalah memastikan bahwa anak-anak memiliki akses terhadap bahan bacaan yang berkualitas, relevan, dan menyenangkan,” sambungnya.

Selain Program KREASI, CEO Save the Children Indonesia bertemu para petani yang merupakan penerima manfaat dari Cacao Life Program. Program pemberdayaan petani kakao dan keluarga mereka, untuk meningkatkan kesejahteraan dan mempromosikan pertanian kakao yang berkelanjutan, yang dilaksanakan oleh Save the Children Indonesia didukung oleh Mondelez dan bermitra dengan PT. Olam Food Ingredient (OFI).
Sebanyak 19 petani anggota kelompok Makmur di Sidomulyo, Tanggamus, berdiskusi dengan Dessy Kurwiany Ukar. Mereka bercerita dampak yang dirasakan dari Cacao Life Program selama ini.
Penulis: Andika Ramadhan