Skip to content Skip to footer

KREASI Kayong Utara Adakan Pelatihan BSAN

Tidak ada budaya yang terbentuk dalam sekejap. Ia lahir dari kebiasaan-kebiasaan baik yang dilakukan secara konsisten, dipraktikkan bersama, lalu tumbuh menjadi nilai yang diyakini dan diwariskan. Ketika nilai tersebut mengakar, budaya tidak lagi sekadar menjadi aturan, tetapi menjelma menjadi karakter. Filosofi inilah yang menjadi semangat Pelatihan Fasilitator Daerah Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) yang diselenggarakan Program KREASI Kabupaten Kayong Utara pada 8–12 Juni 2026.

Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya Program KREASI dalam memperkuat kapasitas fasilitator daerah agar mampu mendampingi satuan pendidikan mengembangkan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman secara berkelanjutan. Selama lima hari, peserta mendapatkan penguatan materi mengenai konsep BSAN, perlindungan anak, pencegahan dan penanganan kekerasan di satuan pendidikan, manajemen kasus, budaya positif, serta teknik memfasilitasi pelatihan dan pendampingan bagi sekolah sasaran.

Kegiatan ini dibuka Training Coordinator Program KREASI Kayong Utara, Mutiara Aulia Az-Zahra. Menurutnya, membangun Budaya Sekolah Aman dan Nyaman bukan hanya tentang memahami regulasi, melainkan menumbuhkan kebiasaan-kebiasaan baik yang dilakukan secara konsisten oleh seluruh warga sekolah.

“Budaya tidak lahir dari sebuah aturan, tetapi dari kebiasaan yang terus dijaga dan dilakukan bersama. Melalui pelatihan ini, kami memperkuat kapasitas fasilitator agar mampu mendampingi satuan pendidikan menumbuhkan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman yang pada akhirnya menjadi karakter seluruh warga sekolah,” ujar Mutiara.

Ia menjelaskan, fasilitator memiliki peran penting dalam mendampingi sekolah menerjemahkan berbagai kebijakan menjadi praktik yang diterapkan secara konsisten oleh kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, peserta didik, serta orang tua. Dengan pendampingan yang berkelanjutan, nilai-nilai Budaya Sekolah Aman dan Nyaman diharapkan tidak hanya dipahami, tetapi juga menjadi bagian dari budaya kerja dan budaya belajar di setiap satuan pendidikan.

Pelatihan ini juga menjadi bagian dari komitmen Program KREASI bersama Pemerintah Kabupaten Kayong Utara dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia sebagai fondasi pengembangan ekosistem pendidikan yang berkualitas. Melalui fasilitator yang kompeten, praktik-praktik baik di sekolah diharapkan dapat terus tumbuh, berkembang, dan menginspirasi satuan pendidikan lainnya.

Melalui pelatihan ini, Program KREASI menegaskan bahwa perubahan besar selalu berawal dari langkah-langkah sederhana. Kebiasaan yang dilakukan secara konsisten akan membentuk budaya, dan budaya yang terus dijaga akan melahirkan karakter. Karakter inilah yang diharapkan menjadi identitas setiap satuan pendidikan di Kabupaten Kayong Utara dalam mewujudkan pembelajaran yang aman, nyaman, inklusif, dan berpihak pada peserta didik.

_____
KREASI (Kolaborasi untuk Edukasi Anak Indonesia) adalah program peningkatan kualitas pendidikan dengan memperkuat literasi, numerasi, dan pendidikan karakter. KREASI di Kayong Utara dikelola Save the Children dan diimplementasi Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah, dengan pendanaan Global Partnership for Education (GPE) serta dukungan Pemerintah Kabupaten Kayong Utara
dan Mitra Pendidikan Indonesia yang dipimpin Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan Kementerian Agama (Kemenag).

Penulis: Arif Kudianta | Editor: Andika Ramadhan | Foto: Arif Kudianta/KREASI/Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah/Save the Children