Skip to content Skip to footer

KREASI Nias Selatan Selenggarakan Pelatihan Pengembangan Profesional Kepala Sekolah

KREASI Nias Selatan menyelenggarakan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Kepala Sekolah Batch II pada 1–4 Juli 2026 di Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari pelatihan yang telah dilaksanakan sebelumnya sebagai bagian dari upaya memperkuat kepemimpinan sekolah sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran literasi dan numerasi.

Pelatihan ini diikuti oleh tujuh kepala sekolah mitra terpilih. Materi yang diberikan berfokus pada pengembangan kepemimpinan berkelanjutan, penguatan supervisi akademik, serta peningkatan kemampuan literasi dan numerasi peserta didik pada jenjang pendidikan dasar.

Kegiatan ini didukung oleh fasilitator daerah terpilih dan menjadi bagian dari implementasi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) yang akan berlangsung hingga pertengahan tahun 2027. Program tersebut bertujuan memperkuat pembelajaran literasi dasar dan numerasi bagi anak-anak sekaligus mendorong terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan. Selain itu, program ini juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas kepala sekolah melalui supervisi akademik dan penguatan kompetensi guru dalam literasi dan numerasi guna meningkatkan kepercayaan diri peserta didik dalam belajar.

Dukungan terhadap kegiatan ini juga disampaikan Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Nias Selatan, Aperman Laia, yang mewakili dinas sekaligus membuka kegiatan secara resmi, menyampaikan apresiasi terhadap Program KREASI. Ia menegaskan bahwa pelatihan seperti ini perlu diikuti dengan kesadaran dan komitmen peserta untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh demi meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Nias Selatan.

Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi mengenai safeguarding, pengembangan kepemimpinan berkelanjutan, serta analisis karakter dan pola pikir. Peserta diajak memahami bahwa keberhasilan peningkatan literasi, numerasi, dan supervisi akademik sangat bergantung pada kemampuan kepala sekolah dalam memimpin perubahan. Melalui berbagai sesi pembelajaran, peserta mengembangkan kemampuan kepemimpinan yang adaptif, komunikasi yang efektif, serta pola pikir bertumbuh (growth mindset) untuk menghadapi berbagai tantangan di lingkungan sekolah. Selain memperkuat kompetensi teknis, pelatihan ini juga membangun kemampuan kepala sekolah dalam menciptakan budaya kolaborasi, mendorong inovasi pembelajaran, dan melibatkan seluruh warga sekolah dalam upaya peningkatan mutu pendidikan.

Memasuki hari kedua, peserta melanjutkan pembahasan mengenai kepemimpinan berkelanjutan melalui sesi refleksi dan penguatan materi sebelumnya. Fokus pembelajaran diarahkan pada tiga pilar warisan kepemimpinan, yaitu nilai pribadi, budaya sekolah, dan pemberdayaan. Para peserta diajak merefleksikan karakter pemimpin yang tegas, konsisten, bertanggung jawab, serta memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Sebagai pemimpin satuan pendidikan, mereka juga menyusun komitmen bersama sebagai bentuk tanggung jawab terhadap sekolah yang dipimpin. Selain itu, peserta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi di lapangan sekaligus memetakan harapan jangka panjang bagi kemajuan pendidikan. Mereka juga mempelajari pentingnya memahami karakter anggota tim dan menerapkan pola pikir bertumbuh dalam membangun budaya kerja yang positif.

Pada hari ketiga, pelatihan difokuskan pada penguatan literasi dan numerasi sebagai fondasi peningkatan kualitas pembelajaran. Peserta memperoleh materi mengenai strategi pembelajaran literasi dasar yang mendukung pembelajaran mendalam. Dalam sesi praktik, fasilitator bersama peserta melakukan simulasi interaksi guru dan murid melalui pemodelan membaca interaktif. Simulasi tersebut menunjukkan bahwa penggunaan buku bergambar dapat meningkatkan minat baca anak. Peserta juga didorong untuk menyesuaikan strategi pembelajaran agar lebih menarik, menyenangkan, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Selain literasi, peserta mempelajari strategi membangun kelas yang ramah numerasi. Pembelajaran matematika yang selama ini kerap dianggap sulit dan menakutkan diharapkan dapat berubah menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan melalui penerapan pembelajaran kontekstual secara terstruktur. Pada akhir sesi, peserta melakukan refleksi terhadap praktik pembelajaran numerasi sekaligus berbagi pengalaman dan tantangan yang dihadapi di sekolah masing-masing.

Pada hari terakhir, peserta mengikuti simulasi perencanaan observasi pembelajaran untuk mengukur kesiapan mereka dalam menetapkan target pembelajaran serta menyusun jadwal supervisi akademik di sekolah. Peserta kemudian dibagi secara berpasangan untuk memainkan peran sebagai kepala sekolah dan guru. Melalui simulasi diskusi praobservasi, mereka mempraktikkan empat prinsip utama, yaitu menjelaskan konteks secara transparan, memfokuskan observasi pada proses pembelajaran, menyampaikan tujuan observasi secara jelas, serta melibatkan guru dalam seluruh tahapan proses.

Peserta juga berlatih melaksanakan sesi pascaobservasi dengan memberikan umpan balik yang reflektif dan konstruktif. Pendekatan ini bertujuan menciptakan suasana yang nyaman sehingga guru tidak merasa canggung atau tertekan dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran. Sebagai penutup, seluruh peserta menyusun dan mempresentasikan Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang akan diterapkan di satuan pendidikan masing-masing sebagai langkah nyata dalam mengimplementasikan hasil pelatihan dan mendukung peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Nias Selatan.

KREASI (Kolaborasi untuk Edukasi Anak Indonesia) adalah program peningkatan kualitas pendidikan dengan memperkuat literasi, numerasi, dan pendidikan karakter. KREASI di Nias Selatan dikelola dan diimplementasi langsung oleh Save the Children, dengan pendanaan Global Partnership for Education (GPE) serta dukungan Pemerintah Kabupaten Nias Selatan dan Mitra Pendidikan Indonesia yang dipimpin Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan Kementerian Agama (Kemenag).

Penulis: Michael Duha | Editor: Andika Ramadhan | Foto: Michael Duha/KREASI/Save the Children