Program KREASI Save the Children menyelenggarakan Lokakarya Peningkatan Kapasitas Komunikasi dan Media Tahun Kedua pada 27–31 Juli 2026 di Jakarta. Kegiatan yang diikuti oleh tim komunikasi dan media dari delapan kabupaten dampingan ini bertujuan memperkuat kemampuan peserta dalam mengidentifikasi, mendokumentasikan, dan mengomunikasikan praktik baik serta pembelajaran program secara lebih strategis dan berdampak. Lokakarya ini dilakukan bersamaan dengan peningkatan kapasitas MEAL dan Catch-Up Club.
Lokakarya bersama ini dibuka oleh Sekretaris BKPDM Kemendikdasmen, Muhammad Yusro, dan Kasubdit KSKK Madrasah Kemenag, Abdul Basit yang mewakili Co-Chair Mitra Pendidikan Indonesia.
Melalui serangkaian sesi diskusi, praktik, dan refleksi bersama, peserta dibekali keterampilan dalam mengembangkan cerita perubahan, menyusun produk komunikasi, memvisualisasikan data, membangun hubungan dengan media, hingga memanfaatkan platform digital untuk memperluas jangkauan pembelajaran program.
“Komunikasi bukan hanya soal menyampaikan informasi, tetapi juga memastikan pembelajaran dari program dapat diakses, dipahami, dan dimanfaatkan oleh para pemangku kepentingan untuk menghasilkan perubahan yang lebih luas,” ujar Chief of Party KREASI, Alifah Sri Lestari dalam sesi pembukaan.
Sepanjang lokakarya, peserta mendapatkan berbagai materi strategis, antara lain kebijakan berbasis bukti, pengembangan produk praktik baik, Most Significant Change (MSC), adaptive management, hingga pemanfaatan data untuk mendukung advokasi. Sesi-sesi tersebut dirancang untuk memperkuat keterkaitan antara komunikasi, monitoring, evaluation, accountability, and learning (MEAL), serta pengambilan keputusan berbasis bukti.
Kegiatan juga menghadirkan sesi berbagi pengalaman dari delapan wilayah dampingan KREASI. Para Communication Officer mempresentasikan berbagai pendekatan komunikasi yang telah dilakukan dalam mendukung implementasi program di daerah masing-masing. Forum ini menjadi kesempatan untuk saling belajar, bertukar ide, dan menemukan strategi komunikasi yang relevan dengan konteks lokal.
Dalam lokakarya ini, hadir narasumber Ketua Kelompok Kerja Publikasi Kemendikdsasmen, Seno Hartono yang menyampaikan materi tentang pengelolaan relasi media.
Sementara materi tentang desain dan visualisasi data juga disampaikan oleh pemateri Content Manager Diajeng Tirto.id, Nadya Noor.
Selain itu, peserta memperoleh pelatihan teknis mengenai fotografi, videografi, teknik wawancara, hingga penulisan siaran pers. Peserta juga melakukan praktik lapangan di sekolah untuk mengasah keterampilan dokumentasi visual sekaligus memperkuat kemampuan bercerita melalui foto dan video.
Selain aspek teknis, lokakarya turut menekankan pentingnya penerapan prinsip safeguarding dan perlindungan data dalam seluruh kerja-kerja komunikasi. Hal ini dilakukan untuk memastikan proses pengumpulan dan penyebarluasan informasi tetap mengedepankan keamanan, martabat, serta hak anak dan kelompok rentan.
Peserta mendalami komunikasi strategis, pemanfaatan media sosial untuk menjangkau publik yang lebih luas, penyelenggaraan learning and sharing event, serta pengembangan berbagai materi komunikasi dan publikasi program. Kegiatan ditutup dengan sesi kreatif yang menghasilkan berbagai karya komunikasi sebagai implementasi langsung dari pembelajaran selama lokakarya.
Melalui kegiatan ini, Program KREASI menargetkan tersusunnya rencana tindak lanjut komunikasi dan dokumentasi praktik baik di setiap wilayah dampingan. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat budaya refleksi dan pembelajaran berkelanjutan, meningkatkan akuntabilitas program, serta memperluas visibilitas dan dampak praktik baik pendidikan yang telah dihasilkan bersama pemerintah, sekolah, komunitas, dan berbagai mitra pelaksana.