Skip to content Skip to footer

Menumbuhkan Kepemimpinan yang Berdampak Melalui Pelatihan Kepala Sekolah KREASI

Sebanyak 30 kepala sekolah mitra KREASI tahun kedua mengikuti Pelatihan Kepala Sekolah di Tingkat Kabupaten (Modul 1): Workshop Transformasi Kepemimpinan Tahap 1 – Internalisasi Karakter dan Peningkatan Kualitas Supervisi Kepala SD/MI yang berlangsung pada 8–11 Juni 2026 di Krui, Pesisir Barat. Kegiatan ini merupakan bagian dari Peningkatan Prpfesional Kepala Sekolah (Principal Professional Development/PPD) Program KREASI yang berfokus pada penguatan kepemimpinan pendidikan dan peningkatan kualitas pembelajaran yang berpusat pada murid.

Pelatihan ini dilaksanakan untuk memperkuat peran kepala sekolah, tidak hanya sebagai pengelola administrasi, tetapi sebagai pemimpin pembelajaran yang mampu mendampingi guru dan membangun budaya belajar yang berkelanjutan. Penguatan karakter kepemimpinan, keterampilan supervisi akademik, serta budaya kolaborasi menjadi fondasi penting agar perubahan yang terjadi di sekolah dapat memberikan dampak nyata bagi murid.

Selama empat hari pelatihan, para peserta dibagi ke dalam dua kelas yang masing-masing terdiri dari 15 kepala sekolah. Pembagian ini memungkinkan proses belajar berlangsung lebih intensif dan interaktif. Berbagai sesi dipandu oleh Pelatih Utama Daerah (PUD) dan Fasilitator Daerah (Fasda) melalui diskusi, studi kasus, refleksi, simulasi, serta kerja kelompok.

Suasana belajar yang hangat dan partisipatif tampak sejak hari pertama. Para kepala sekolah diajak merefleksikan nilai-nilai pribadi yang ingin mereka wariskan kepada sekolahnya. Dalam berbagai diskusi, muncul harapan sederhana namun kuat: menghadirkan sekolah yang ramah, berkarakter, dan memberikan kesempatan belajar yang setara bagi setiap anak.

Pelatihan juga membuka ruang bagi peserta untuk berbagi pengalaman tentang tantangan yang mereka hadapi. Kisah kegagalan, pengalaman memimpin, hingga upaya membangun komunikasi dengan guru menjadi bahan pembelajaran bersama. Dari proses tersebut, para peserta belajar bahwa kepemimpinan tidak dibangun oleh kesempurnaan, melainkan oleh kemauan untuk terus belajar dan bertumbuh.

Pada hari ketiga, peserta mendalami strategi pembelajaran literasi dan numerasi dasar yang mendukung pembelajaran mendalam. Mereka juga berlatih melakukan supervisi akademik yang bertujuan membantu guru berkembang, bukan sekadar menilai. Melalui berbagai simulasi, para kepala sekolah semakin memahami pentingnya memberikan umpan balik yang konstruktif dan membangun budaya refleksi di sekolah.

Lebih dari sekadar pelatihan, kesempatan ini juga menjadi ruang bertemunya para pemimpin sekolah untuk saling menguatkan dan belajar dari pengalaman satu sama lain. Semangat kolaborasi yang tumbuh selama empat hari diharapkan dapat terus berlanjut melalui pertemuan pembelajaran sejawat di tingkat gugus.

Melalui penguatan kapasitas ini, KREASI meyakini bahwa perubahan pendidikan yang berkelanjutan dimulai dari para pemimpin sekolah yang terus mau belajar, bertumbuh, dan menghadirkan lingkungan belajar terbaik bagi setiap murid.

_____
KREASI (Kolaborasi untuk Edukasi Anak Indonesia) adalah program peningkatan kualitas pendidikan dengan memperkuat literasi, numerasi, dan pendidikan karakter. KREASI di Pesisir Barat dikelola Save the Children dan diimplementasi oleh Yayasan Guru Belajar, dengan pendanaan Global Partnership for Education (GPE) serta dukungan Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat dan Mitra Pendidikan Indonesia yang dipimpin Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan Kementerian Agama (Kemenag).

Penulis: Clara Sidharta | Editor: Andika Ramadhan | Foto: Clara Sidharta/KREASI/Yayasan Guru Belajar/Save the Children