KREASI Ketapang yang dilaksanakan Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah melaksanakan Lokakarya Penyusunan Fokus Ekosistem Daerah. Kegiatan yang berlangsung pada 13 Mei 2026 ini menjadi momentum krusial untuk menyelaraskan pemahaman serta mengidentifikasi titik masuk advokasi pendidikan di daerah.
Lokakarya ini bertujuan utama untuk membangun kolaborasi lintas sektor yang terstruktur melalui pembentukan konsorsium pendidikan. Konsorsium ini dirancang bukan sebagai organisasi baru, melainkan sebagai wadah kolaborasi independen untuk menyatukan visi, sumber daya, dan keahlian antar-pemangku kepentingan guna memperkuat capaian pendidikan di Kabupaten Ketapang.
Kegiatan ini mendapatkan apresiasi dari berbagai pemangku kepentingan. Ketua Komisi IV DPRD Ketapang, Rian Heriyanto, yang hadir langsung, menegaskan dukungan penuh lembaga legislatif terhadap program KREASI.
“DPRD Kabupaten Ketapang terbuka untuk menerima masukan, laporan, serta hasil-hasil baik dari KREASI sebagai bahan pengawasan dan penguatan kebijakan pendidikan daerah,” ungkap Rian dalam sambutannya.
Ia juga menekankan pentingnya agar program pendidikan tidak hanya terpusat di wilayah kota, tetapi menjangkau hingga ke pelosok daerah yang membutuhkan perhatian lebih.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Ketapang, Rajiansyah, memberikan pemaparan materi mengenai pentingnya penguatan ekosistem pendidikan daerah. Menurutnya, ekosistem pendidikan mencakup hubungan timbal balik yang kompleks antara siswa, pendidik, keluarga, pemerintah, hingga dunia usaha. Oleh karena itu, sinergi lintas instansi sangat diperlukan agar kebijakan pendidikan yang dihasilkan tepat sasaran dan berdampak nyata.
Memasuki tahun kedua pelaksanaannya, program KREASI kini menyasar 42 SD/MI dengan enam paket intervensi utama, termasuk pelatihan guru, kepala sekolah, serta advokasi kebijakan.
Output yang diharapkan dari lokakarya ini adalah lahirnya rekomendasi kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan daerah, penguatan koordinasi lintas sektor, serta pembentukan konsorsium pendidikan yang mampu mengawal tujuh agenda advokasi strategis—di antaranya implementasi wajib belajar 13 tahun, optimalisasi anggaran BOS/BOP, hingga penyusunan SOP perlindungan anak di tingkat kabupaten.
Melalui lokakarya ini, diharapkan sinergi yang terbangun tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan mampu menghasilkan langkah nyata dan bukti konkret perubahan kualitas pendidikan yang lebih inklusif dan berkualitas bagi generasi masa depan di Kabupaten Ketapang.
_____
KREASI (Kolaborasi untuk Edukasi Anak Indonesia) adalah program peningkatan kualitas pendidikan dengan memperkuat literasi, numerasi, dan pendidikan karakter. KREASI di Ketapang dikelola Save the Children dan diimplementasi Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah, dengan pendanaan Global Partnership for Education (GPE) serta dukungan Pemerintah Kabupaten Ketapang dan Mitra Pendidikan Indonesia yang dipimpin Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan Kementerian Agama (Kemenag).
Penulis: Afriyandi Nur Huda | Editor: Andika Ramadhan | Foto: Afriyandi Nur Huda/KREASI/Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah/Save the Children